Ilustrasi korona. Medcom.id
Ilustrasi korona. Medcom.id

Epidemiolog Paparkan Kriteria Pandemi Sudah Terkendali

Renatha Swasty • 23 Februari 2022 16:34
Jakarta: Pakar biostatistika dan epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo memaparkan beberapa kriteria pandemi covid-19 sudah terkendali. Pertama, kasus baru rendah yaitu kurang dari 10 kasus per 100 ribu per hari dengan distribusi merata.
 
Kedua, angka positivitas rendah, yaitu kurang dari 1 persen. Ketiga, bilangan reproduksi efektif mencapai 1 atau kurang dari 1. Keempat, kekebalan di masyarakat memadai dengan tercapainya herd immunity.
 
Herd immunity tidak bisa kurang dari 100 persen, jadi betul-betul harus 100 persen. Masyarakat harus tervaksinasi baru terjadi yang betu-betul kekebalan masyarakat dan prasyarat di atas harus terjadi di wilayah luas atau seluruh wilayah dan sudah stabil di waktu yang panjang,” kata Windhu dikutip dari laman unair.ac.id, Rabu, 23 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Windhu menyampaikan covid-19 mulai terkendali apabila dari pandemi berubah menjadi endemi dan kemudian sporadik. Windhu menjelaskan endemi berarti covid-19 terus ada tetapi kasusnya rendah dan tidak ada peningkatan atau penurunan.
 
Sedangkan, kondisi sporadik tercapai apabila dari endemi terjadi penurunan. Sehingga, menjadikan covid-19 seperti banyak penyakit menular di Indonesia yang sudah sporadik.
 
“Maksudnya berakhir itu adalah mulai terkendali. Terkendali itu yang menjadi endemi dan kemudian sporadik, lama-lama mungkin bisa saja tereleminasi tapi masih lama mungkin. Yang kita harapkan adalah endemi dulu kemudian sporadik,” tutur dia.
 
Windhu juga menjelaskan syarat pandemi berakhir dan mencapai kondisi endemi. Pertama, status vaksinasi memadai secara global. Artinya, tidak hanya negara-negara tertentu tapi secara umum negara di dunia cakupan vaksinasi sudah tinggi.
 
Kedua, sistem kesehatan tidak lagi terbebani. Artinya, orang sudah biasa saja, tidak sulit mencari rumah sakit, dan tenaga kesehatan tidak lagi tertular. Ketiga, protokol kesehatan 3M sudah menjadi kebiasaan baru.
 
“Yang menetapkan berakhirnya status pandemi itu WHO, negara tidak bisa. Negara paling mencabut status darurat kesehatan masyarakat tetapi tidak status pandemi. Status pandemi belum bisa dicabut apabila seluruh negara belum mencapai syarat-syarat tersebut,” tutur dia.
 
Namun, dia menyebut saat ini paling penting ialah kemunculan virus covid-19, apakah masih muncul varian baru atau tidak. Sebab, virus ini mudah mutasi. Selama masyarakat masih saling menulari, maka akan terjadi mutasi.
 
“Jadi, kalau tidak mau ada mutasi, seluruh dunia harus betul-betul kompak, prokes tetap dilakukan, dan vaksinasi,” jelas dia.
 
Baca: BRIN: Pandemi Jadi Pembelajaran Periset Kembangkan Vaksin
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif