Kerja Sama Pendidikan Membuat Indonesia-Belanda Kian Mesra
Pelajar Indonesia yang menerima Beasiswa StuNed. (Foto: Dokumentasi Neso Indonesia).
Den Haag: Hubungan bilateral antara Indonesia dengan Belanda kian harmonis. Kata Direktur Asia dan Oceania Kementerian Luar Negeri Kerajaan Belanda Peter Potman, penggerak harmonisnya hubungan Indonesia-Belanda adalah menjadikan bidang pendidikan sebagai area strategis bagi kerja sama kedua negara.

"Kerja sama di bidang pendidikan terutama mencakup mobilitas pelajar dan kerja sama riset menjadi bahan bakar yang menggerakkan dan memacu kerja sama Indonesia dan Belanda," ujar Potman pada acara StuNed Day, Den Haag seperti dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Maret 2018.


Setiap tahunnya, sebanyak 1.500 pelajar Indonesia menuntut ilmu di Negeri Kincir Angin tersebut. Bahkan hingga saat ini ada lebih dari 20.000 orang Indonesia pernah mengecap pendidkan tinggi di Belanda, salah satunya dari Beasiswa StuNed (Studeren in Nederland).

StuNed merupakan program beasiswa dari pemerintah Belanda untuk mendukung peningkatan mobilitas pelajar yang telah menghasilkan alumni-alumni berkualitas. Mereka ikut membantu membawa kerja sama Indonesia-Belanda ini ke arah yang lebih komprehensif.

StuNed Day digelar tiap tahun dan diselenggarakan oleh Netherlands Education Support Office (Neso) Indonesia yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda. StuNed Day merupakan kegiatan yang diperuntukkan bagi seluruh pelajar Indonesia yang kuliah di Belanda.

Acara yang dihelat pada Sabtu, 3 Maret 2018 itu dihadiri oleh 150 pelajar Indonesia. Bertempat di aula KBRI di Kota Den Haag, turut pula dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Bambang Hari Wibisono, dan Direktur Neso Indonesia Peter van Tuijl. 

Acara satu hari itu berlangsung dengan suasana Indonesia, lengkap dengan batik dan tenun nusantara yang dipakai para pelajar, masakan Indonesia, pertunjukan seni dan lagu, hingga ajang membangun jejaring antarpelajar. 

Koordinator Tim Beasiswa Neso Indonesia Indy Hardono mengakui StuNed Day menjadi oase bagi para pelajar yang setiap hari sibuk menjalani kegiatan akademis. Selain itu juga menjadi ajang bagi Neso sebagai organisasi pengelola beasiswa StuNed untuk kembali memotivasi para penerima beasiswa.

"StuNed Day bukan hanya ajang pelepas rindu dan stress, namun juga diisi dengan diskusi yang tahun ini mengambil tema topik yang cukup hangat yaitu 'Buka Pintu Bagi Perguruan Tinggi Asing: Perlukah?'. Diskusi berjalan sangat dinamis, kritis, dan segar," tutupnya.



(HUS)