Direktur Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Didin Wahidin, Medcom.id/Intan Yunelia.
Direktur Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Didin Wahidin, Medcom.id/Intan Yunelia.

Layak Menerima Bidikmisi Tak Otomatis Lolos PTN

Pendidikan Pendidikan Tinggi Beasiswa Bidikmisi
Intan Yunelia • 14 Januari 2019 13:59
Jakarta: Siswa yang masuk kategori layak menerima beasiswa bidikmisi 2019 tidak lantas otomatis lolos di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Siswa tersebut tetap harus mengikuti seleksi ujian masuk PTN terlebih dahulu.
 
"Seseorang yang layak menerima bidikmisi tidak berarti dia bisa langsung diterima di PTN. Diterima atau tidaknya tetap melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)," kata Direktur Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Didin Wahidin saat Konferensi Pers tentang Kebijakan Beasiswa Bidikmisi di Tahun Anggaran 2019 'Peningkatan Kuota Bidikmisi Tahun 2019' di Gedung D Kemenristekdikti, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.
 
Peserta yang layak menerima Bidikmisi, tetap harus mengikuti seleksi SNMPTN atau SBMPTN. Begitu lolos, baru otomatis beasiswa Bidikmisi diberikan. Didin tak ingin siswa salah persepsi dengan penerimaan Bidikmisi ini akan lolos PTN tanpa seleksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Pemegang KIP Dapat Prioritas di Bidikmisi 2019
 
"Jadi Bidikmisi bukan jalur penerimaan mahasiswa. Kalau mereka diterima di PTN maka kemudian kita beri beasiswa kalau yang berkelayakan. Jangan sampai ada kesan bahwa begitu dikatakan layak menerima bidikmisi kemudian merasa otomatis diterima di PTN," terangnya.
 
Siswa yang lolos PTN tujuan pun tidak serta merta bisa langsung diterima. Masing-masing PTN memiliki kuota berbeda dalam menampung mahasiswa jalur Bidikmisi. "Misalnya yang layak mendapat Bidikmisi dan lulus di jurusan kedokteran Universitas Indonesia (UI) misalnya kita menyediakan kuota 100 tapi ternyata yang diterima 200 maka 100 itu akan diseleksi dari 200 pendaftar yang tersedia," tuturnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi