PPDB Solo

Antisipasi SKTM Abal-abal, Sekolah akan Survei ke Lapangan

Pythag Kurniati 06 Juli 2018 17:47 WIB
PPDB 2018
Antisipasi SKTM Abal-abal, Sekolah akan Survei ke Lapangan
MI/Aries Munandar.
Solo:Maraknya dugaan penyalahgunaan Surat Keterangan Tidak mampu (SKTM) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) menuntut sekolah untuk cermat dalam meneliti kebenaran surat tersebut.  Untuk itu, sangat penting untuk dilakukannya verifikasi berupa survei langsung ke rumah siswa yang bersangkutan.

Siswa dari keluarga miskin (gakin) mendapat kesempatan masuk SMA sesuai wilayah zonasi tanpa batasan minimal nilai dalam PPDB 2018. Syarat siswa gakin dibuktikan hanya dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).


Namun sayangnya, hampir di seluruh daerah yang tengah melaksanakan PPDB, praktik penyalahgunaan SKTM banyak terjadi.  Untuk mengantisipasi penyalahgunaan SKTM tersebut, panitia PPDB di salah satu SMA di Kota Solo, Jawa Tengah menempuh jalur survei lapangan. Hal tersebut dilakukan guna memastikan bahwa tidak ada pendaftar yang mengaku-aku siswa gakin, padahal kondisi ekonominya sangat baik.

Ketua PPDB SMAN 7 Surakarta Reni Ernawati mengemukakan, hari Jumat ini merupakan hari terakhir pendaftaran PPDB di kota Solo. Pada hari terakhir, sekolahnya mulai memilah-milah berkas pendaftar gakin.  "Ada dua hal yang digunakan sebagai patokan. Yakni SKTM dan Surat Keputusan (SK) Gakin dari pemerintah setempat," sebut Reni di Solo, Jumat, 6 Juli 2018.

Pendaftar yang mengantongi SKTM dan terdaftar dalam SK gakin otomatis lolos. Sedangkan bagi pendaftar ber-SKTM namun tidak terdata dalam SK gakin, maka pihak sekolah akan meneliti lebih lanjut.

"Kami mintakan tanda tangan yang bersangkutan di surat materai dan setelah itu kami survei," terang Reni.

Baca: Laporan Penyalahgunaan SKTM Semakin Banyak

Survei lapangan penting dilakukan. Sebab mengacu pengalaman tahun lalu, ada tiga orang pendaftar yang namanya dicoret. Lantaran mereka bukan dari keluarga miskin namun, mengantongi SKTM.

Berdasarkan pemetaan, ada 92 pendaftar dari kategori gakin di SMAN 7 Surakarta. Dari jumlah tersebut, 15 di antaranya akan dilakukan survei lapangan.

Survei lapangan juga akan dilakukan oleh SMAN 4 Surakarta. Ketua PPDB SMAN 4 Surakarta Nanang Inwanto mengatakan, dari 121 pendaftar kategori gakin, ada sekitar 34 pendaftar ber-SKTM yang akan segera disurvei.

"Perlu diteliti betul. Tahun lalu ada dua orang yang kami coret karena bukan dari keluarga miskin," kata Nanang.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id