Kepala Sub Direktorat Peserta Didik, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (dikdasmen), Kemendikbud, Suharlan menyalami Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI), dokumentasi Humas Kemendikbud.
Kepala Sub Direktorat Peserta Didik, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (dikdasmen), Kemendikbud, Suharlan menyalami Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI), dokumentasi Humas Kemendikbud.

Indonesia Tuan Rumah Olimpiade Komputer Internasional di 2022

Pendidikan Prestasi Pelajar
Intan Yunelia • 09 September 2018 18:34
Jakarta: Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Olympiad in Informatics (IOI) ke-34 pada 2022.
 
Kepala Sub Direktorat Peserta Didik, Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (dikdasmen), Kemendikbud, Suharlan, di Jakarta, Minggu mengatakan, General Assembly meeting yang dilaksanakan pada Jumat, 7 September 2018, telah menyetujuidan menetapkan bahwa IOI ke-34 tahun 2022 akan digelar di Indonesia. Menurut Suharlan, masih ada waktu empat tahun untuk mempersiapkan diri.
 
"Meskipun Indonesia sudah berpengalaman berkali-kali jadi tuan rumah olimpiade sains tingkat dunia. Fisika dua kali, astronomi dua kali juga, kebumian sekali, dan
biologi sekali," sebut Suharlan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khusus untuk persiapan olimpiade komputer kali ini, kata Suharlan, tentu saja harus fokus pada kesiapan sarana prasarana dan infrastruktur jaringan internet. "Beda dengan olimpiade kimia, biologi, fisika, target harus dapat emas.
 
Pelatih Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI), Yugo Kartonono Isal mengatakan, menjadi tuan rumah IOI merupakan sebuah kabar gembira bagi Indonesia. "Kita sudah 25 tahun ikut, tapi belum pernah jadi host. Kita menawarkan diri, kita siap 2021 sebenarnya, tapi ada Mesir nyelonong akhirnya kita berikutnya (2022). Tahun depan Azerbaijan, Singapura, lalu
Mesir, baru kita ," ungkapnya.
 
Baca: Indonesia di Atas Thailand dan Filipina
 
Menurut Yugo, ada sejumlah hal yang penting untuk diperhatikan pemerintah menjelang IOI 2022 mendatang. "Harusnya buka cuma fasilitas, harus juga disiapkan server yang andal, program dan SDM," sebut Yugo.
 
Tidak hanya itu, pembinaan peserta olimpiade juga harus ditingkatkan secara serius. "Kayak asian games, bukan hanya penyelenggaraannya yang mewah, 'atlet'-nya juga kita siapkan," terang dia.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif