Dekan FIB Unpad Aquarini Priyatna (Atwin). DOK Unpad
Dekan FIB Unpad Aquarini Priyatna (Atwin). DOK Unpad

'Halo Bu Dekan', Layanan Pelaporan Korban Kekerasan Seksual di FIB Unpad

Renatha Swasty • 05 April 2022 15:57
Jakarta: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) meluncurkan layanan pelaporan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Layanan bertajuk “Halo Bu Dekan” bertujuan memberikan ruang aman bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan FIB Unpad yang menjadi korban kekerasan seksual.
 
“Kita ingin FIB Unpad bebas dari kekerasan pelecehan seksual. Ini fenomena sosial yang ada di kita. Kita memikirkan bagaimana supaya itu tidak terjadi. Kalaupun terjadi, kita siap menanganinya,” ujar Dekan FIB Unpad Aquarini Priyatna (Atwin) dikutip dari laman unpad.ac.id, Selasa, 5 April 2022.
 
Atwin mengatakan penanganan kekerasan seksual khususnya terhadap korban kerap rumit. Sebab, laporan kekerasan seksual merupakan isu sensitif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Upaya korban menceritakan persoalannya kepada teman atau individu kerap tidak tertangani dengan baik. Atwin menuturkan pihaknya berupaya melakukan penanganan langsung.
 
Layanan ini mendorong korban merasa dirangkul dan memiliki ruang aman bercerita mengenai kekerasan seksual yang dialami. FIB Unpad membentuk satuan tugas khusus penanganan kekerasan seksual yang menggandeng mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
 
Atwin menuturkan Satgas akan menerima laporan, memberikan perlindungan dan pendampingan psikologis, hingga melakukan validasi terhadap laporan. Guru Besar bidang Ilmu Sastra dan Gender itu memastikan pihaknya akan berorientasi sepenuhnya kepada korban saat melakukan validasi.
 
Seluruh aduan diasumsikan korban menyatakan hal yang sebenarnya. Hal ini bertujuan untuk meretas fenomena victim blaming yang menyalahkan korban sebagai pemicu kekerasan atau anggapan laporan korban pelecehan seksual tidak benar dan/atau mengada-ada.
 
“Kita harus meyakinkan bahwa kita percaya dan akan membantu korban, kita akan dampingi. Validasi tentu saja harus ada, tetapi harus ada mekanisme yang lebih baik dan aman,” tutur dia.
 
Atwin mengatakan melalui layanan ini korban diberikan ruang berbicara dan menceritakan kesakitannya tanpa dihakimi atau diragukan. Dia memastikan korban merasa terlindungi dan terperhatikan kebutuhannya.
 
Layanan ini juga akan mengarahkan korban mendapatkan layanan pendampingan dan pemulihan psikologi berkoordinasi dengan Fakultas Psikologi Unpad. Apabila kasus dinilai sedang atau berat, pelaku akan dipertimbangkan mendapatkan sanksi akademik, sanksi sosial, atau diproses hukum sesuai Peraturan Rektor Unpad Nomor 41 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Unpad.
 
Atwin menuturkan sanksi akademik atau sosial yang diberikan, yakni tidak diikutsertakan dalam kegiatan kemahasiswaan di tingkat program studi dan fakultas hingga skorsing. Pelaku juga diwajibkan bertemu psikolog untuk mengurai persoalan psikologisnya.
 
Pelaku wajib menunjukkan bukti sudah berkonsultasi dengan psikolog berikut pernyataan resmi dari psikolog bahwa yang bersangkutan minimal sudah dalam keadaan lebih baik dan tidak membahayakan. Namun, Atwin menyebut layanan “Halo Bu Dekan” lebih berfokus pada pendampingan dan pemulihan korban.
 
Dia menyebut pemulihan kesehatan mental korban sangat penting. Hal itu untuk memastikan
korban dapat menyelesaikan kuliah dengan baik.
 
“Halo Bu Dekan itu juga pesan buat semua, bahwa kita harus berpihak pada korban karena yang membutuhkan pertolongan adalah korban. Kalau pelaku mendapatkan konsekuensi dari sikapnya, ya itu konsekuensi dia karena dia melakukan tindakan kekerasan,” kata Atwin.
 
Layanan “Halo Bu Dekan” bisa diakses melalui nomor WhatsApp 0821.1616.2020. Atwin berharap tidak ada lagi kasus pelecehan seksual di kampus.
 
”Harapannya justru tidak ada laporan. Artinya tidak ada kejadian yang dilaporkan. Akan tetapi kalau ada laporan, kita siap memberikan ruang aman dan mengakomodasi kebutuhan mereka. Ini juga menjadi warning bagi pelaku dan calon pelaku, bahwa kita serius menghadapi ini,” tegas Atwin.
 
Baca: Terdakwa Pencabulan Mahasiswi UNRI Divonis Bebas
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif