Beberapa siswa SDN Catak Gayam 1 sedang mencoba membuat robot sederhana. Foto: Dok. ITS
Beberapa siswa SDN Catak Gayam 1 sedang mencoba membuat robot sederhana. Foto: Dok. ITS

Dosen ITS Ajarkan Siswa di Desa Cara Membuat Robot Sederhana

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kualitas Pendidikan
Citra Larasati • 02 Oktober 2020 12:57
Jakarta: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat (Abmas) berupa program pembelajaran robotika untuk Sekolah Dasar (SD) atau sederajat di Kabupaten Jombang. Kegiatan ini dilakukan untuk mempersempit kesenjangan pendidikan antara perkotaan dan pedesaan.
 
Dosen Departemen Fisika ITS, Faridawati memaparkan, salah satu contoh pembelajaran yang jarang ditemui di pedesaan adalah robotika. “Oleh sebab itu, kami mengadakan program ini untuk mengurangi kesenjangan tersebut,” jelas dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 Oktober 2020.
 
Kegiatan yang diadakan di Desa Catak Gayam ini mulai dilaksanakan pada 25 Agustus lalu dan berlangsung selama dua pekan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh 14 orang yang terdiri dari enam dosen beserta delapan mahasiswa, 16 guru dan 78 siswa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Farida, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa Abmas kali ini diadakan di empat lokasi yang berbeda, yakni SDN Catak Gayam 1, SDN Catak Gayam 2, MI Toriqul Huda, serta MI Darul Faizin. “Kami memberikan pelatihan kepada perwakilan guru di setiap sekolah tersebut dan perwakilan siswa di SDN Catak Gayam 1,” tambahnya.
 
Farida juga menguraikan, terdapat dua metode pembelajaran yang digunakan selama kegiatan Abmas. Metode yang pertama adalah Action Learning, yakni menyampaikan materi melalui praktik secara langsung. Metode yang kedua adalah penggabungan pembelajaran Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) menjadi satu pelajaran.
 
“Sehingga metode yang kami gunakan adalah Action Learning STEM atau hasil dari integrasi dua metode tersebut,” ungkapnya.
 
Selama kegiatan berlangsung, perwakilan siswa SDN Catak Gayam 1 yang terdiri dari 78 siswa diajarkan mengenai pembuatan tiga jenis robot sederhana. Yaitu Robot Skateboard, Robot Kaki Enam, dan Robot Monyet.
 
“Robot-robot tersebut merupakan robot sederhana yang memanfaatkan sistem mekanika dalam ilmu Fisika,” sambung Farida.
 
Farida menerangkan, bahwa penerapan Metode Action Learning STEM dilakukan sejak awal proses pembuatan robot, contohnya dari segi teknologi dan teknik yang dipraktikkan melalui pengenalan alat dan bahan untuk merangkai robot. Sedangkan dari sisi matematika dan sains, diterapkan dalam proses pengukuran dan perakitan setiap bagian dari robot tersebut.
 
Melalui metode terintegrasi ini, peserta diharapkan bisa mendapatkan materi yang sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satunya meningkatkan kemampuan siswa dan guru dalam berkreativitas, berpikir kritis, berkomunikasi, dan berkolaborasi.
 
Selain itu juga dilakukan evaluasi mengenai penerapan metode pembelajaran yang dilakukan. Evaluasi tersebut dilakukan dengan pemberian tes dan angket kepada siswa, serta observasi selama kegiatan berlangsung.
 
“Hasilnya menunjukkan metode yang kami gunakan bisa diterapkan kepada siswa SD,” tegasnya
 
Farida berharap bahwa kegiatan Abmas ini bisa menjadi contoh untuk perubahan model pembelajaran di Indonesia dan bisa dibentuk metode pembelajaran baru untuk jenjang sekolah yang lebih tinggi. “Ke depannya, kami akan mencoba menerapkan metode ini untuk sekolah yang berada di Indonesia bagian timur,” pungkasnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif