Mendikbud, Muhadjir Effendy saat menandatangani prasasti Digitalisasi Sekolah di Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (18/9).  Foto:  Kemendikbud/Jilan Rifai
Mendikbud, Muhadjir Effendy saat menandatangani prasasti Digitalisasi Sekolah di Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (18/9). Foto: Kemendikbud/Jilan Rifai

Mendikbud Luncurkan Digitalisasi Sekolah di Natuna

Pendidikan Digitalisasi Sekolah
Citra Larasati • 18 September 2019 17:52
Natuna: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meluncurkan program Digitalisasi Sekolah di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu, 18 September 2019. Program ini merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merealisasikan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mempercepat akses layanan pendidikan terutama di daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).
 
Muhadjir mengatakan, Digitalisasi Sekolah juga sejalan dengan visi misi Jokowi membangun Indonesia dari pinggiran. Hal ini juga yang melatarbelakangi dipilihnya Kabupaten Natuna sebagai tempat peluncuran program tersebut.
 
"Natuna dipilih setelah melalui pertimbangan masak, termasuk dengan melihat capaian pendidikan di Natuna," kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, di sela-sela peluncuran Digitalisasi Sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Jokowi juga memberikan arahan kepada Mendikbud, agar segera merealisasikan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), untuk mempercepat akses layanan pendidikan di daerah 3T.
 
"Untuk itu, kita buat jaringan siber, terutama untuk portal bahan ajar yang sekarang disebut Rumah Belajar. Setelah 1,5 tahun lebih didandani, hari ini kita siap direalisasikan penggunaan TIK dari wilayah pinggiran. Kami launching Digitalisasi Sekolah di Natuna," terangnya.
 
Ia menambahkan, Indonesia memiliki 252 juta jiwa penduduk, dengan 41 juta siswa di antaranya adalah siswa sekolah dari jenjang SD-SMA/SMK. Terdapat tiga juta guru yang tersebar di 216 ribu sekolah dari Sabang sampai Merauke.
 
Indonesia juga merupakan negara yang terdiri dari 17 ribu pulau. Dari jumlah tersebut, Kepulauan Riau merupakan daerah yang memiliki pulau terbanyak, mencapai 2.800 pulau, disusul Papua Barat, dan Maluku.
 
Berdasarkan kondisi geografis tersebut, kata Muhadjir, Presiden telah menginstruksikan kepada seluruh menteri agar memberi perhatian pada daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T). "Termasuk daerah yang tertinggal dari akses dan fasilitas pembangunan, utamanya akses pendidikan," terang dia.
 
Digitalisasi Sekolah ini juga diterapkan, meski selama ini guru dan siswa telah terbiasa menggunakan telepon pintar. Namun sayangnya, penggunaan gawai masih lebih banyak untuk kebutuhan lain, bukan pendidikan.
 
"Dengan digitalisasi sekolah ini, diharapkan muncul kesadaran guru dalam memanfaatkan TIK untuk pendidikan. Terutama guru di Natuna, agar dapat menjadi contoh yang baik, karena digitalisasi sekolah dimulai di sini," papar Muhadjir.
 
Untuk tahun 2019 ini pemerintah akan membagikan 1,7 komputer/tablet kepada 36.000 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun prioritasnya tetap pada daerah 3T.
 
Kabupaten Natuna sendiri akan diberikan 1.142 tablet kepada siswa di sekolah. Siswa tersebut terdiri dari 508 siswa SD, 303 siswa SMP dan 228 siswa SMA dan 103 siswa SMK.
 
Nantinya tablet ini akan ditanamkan aplikasi Rumah belajar yang menyediakan delapan fitur utama. Yaitu sumber belajar, buku sekolah elektronik, bank soal, laboratorium maya, peta budaya, wahana jelajah angkasa, pengembangan keprofesian berkelanjutan dan kelas maya.
 
“Ini sesuai dengan visi presiden membangun dari pinggiran. Maka kita mulai dari sekolah pinggiran dan yang tertinggal agar bisa sejajar dengan yang di tengah. Ini juga untuk percepatan digitalisasi pendidikan dan pemerataan,” pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif