Ketua BEM FISIP Yoga Haryo (Sosiologi 2018) dan Wakil Ketua BEM FISIP Fety Vanda (Ilmu Komunikasi 2018. DOK Unair
Ketua BEM FISIP Yoga Haryo (Sosiologi 2018) dan Wakil Ketua BEM FISIP Fety Vanda (Ilmu Komunikasi 2018. DOK Unair

Mulai Sepi Peminat, Organisasi Kemahasiswaan Disebut Perlu Pembaruan

Renatha Swasty • 02 Juni 2023 17:13
Jakarta: Organisasi Kemahasiswaan atau Ormawa mulai sepi peminat di tengah maraknya program di luar kampus yang memberikan banyak keuntungan. Hal ini mesti menjadi pengingat agar Ormawa perlu pembaruan.
 
Ketua BEM periode 2022/2023 Universitas Airlangga (Unair), Yoga Haryo Prayoga, menyebut minat keikutsertaan mahasiswa dalam berorganisasi masih tinggi. Namun, dalam skala lebih kecil seperti program kerja organisasi, peminatnya mengalami penurunan.
 
Sehingga, kesulitan mencari anggota kepanitiaan untuk terlibat dalam program kerja. “Tapi, penting untuk memahami bahwa jangan sampai terjerembab untuk menyalahkan keadaan tanpa introspeksi sejauh apa harus merestrukturisasi program,” ujar Yoga dikutip dari laman unair.ac.id, Jumat, 2 Juni 2023.

Dia menuturkan organisasi menjadi sarana pembelajaran hal fundamental sebagai seorang mahasiswa untuk mengarungi dunia pasca-kuliah. Menariknya, sekarang ini minat mahasiswa lebih condong mengikuti kegiatan dengan benefit seperti program magang.
 
Yoga mengakui ormawa tidak mampu menawarkan hal-hal yang mahasiswa lebih butuhkan. Sementara itu, karakter mahasiswa sekarang senang dengan hal praktis dan efektif.
 
“Hal itu sah-sah saja mengingat karakter tiap generasi pasti berbeda-beda. Misalnya, gen Z yang cenderung lebih ingin semua hal selesai dengan cepat dan instan. Serta terlaksana secara lebih individualis,” tutur dia.
 
Yoga mengungkapkan perlu ada penataan ulang relevansi organisasi mahasiswa agar menarik minat mereka. Dia menyebut Ormawa yang sehat akan mengajarkan loyalitas, ketahanan kerja, kreativitas, mentalitas, kepemimpinan, dan strategi pemecahan masalah.
 
“Hal-hal tersebut menurut saya sulit didapatkan di ruang-ruang yang mendapat feedback materi,” ujar dia.
 
Yoga menuturkan mahasiswa memiliki peranan intelektual publik sebagai sarana penjembatan kepentingan masyarakat luas dengan pemerintah. Lewat hal tersebut, masyarakat masih sangat memerlukan peran aktivisme mahasiswa sebagai penyeimbang kaum intelektual dan pemerintah dalam menjaga muruah berbangsa dan bernegara.
 
Dia mengatakan mahasiswa tetap harus mengkritisi setiap kebijakan yang tidak sesuai untuk kesejahteraan publik. “Saya pribadi masih optimistis kawan-kawan mahasiswa masih mampu untuk selalu kritis terhadap pemerintah dan kebijakannya,” tutur Yoga.
 
Yoga menyebut Ormawa, terutama di Universitas Airlangga harus mampu merumuskan silabus dan sistem kerja organisasi termutakhir. Hal itu agar mampu memberikan relevansi dengan perkembangan minat mahasiswa saat ini.
 
Dia menyebut tidak perlu seolah menang dan kalah dengan MBKM atau program magang lainnya. Tetapi, tetap fokus pada penguatan ekosistem organisasi yang berkelanjutan dan tetap adaptif dengan perkembangan yang ada.
 
“Teruntuk kawan-kawan mahasiswa, semoga tetap mengasah dirinya di ruang-ruang organisasi. Karena, ada beberapa hal fundamental yang sangat berguna bagi kawan-kawan jika mengikuti organisasi. Tetap kritis dan mengasah kreativitas,” tegas Yoga.
 
Baca juga:  4 UKM Kampus yang Bisa Bantu Kamu Dapat Pengalaman Internasional

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan