Praktik ini merupakan kesempatan berharga bagi setiap hamba untuk mengetuk pintu langit, mengharap perlindungan, ampunan, serta limpahan kebaikan dari Allah SWT. Dalam tradisi Muslim di Indonesia, doa qunut ini dipanjatkan pada rakaat penutup salat witir, khususnya saat memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan yang penuh kemuliaan
Doa Qunut Witir
Doa qunut witir dibaca setelah rukuk pada rakaat terakhir. Inti dari doa ini adalah memohon hidayah, perlindungan, dan keberkahan hidup kepada Allah SWT. Berikut adalah bacaan qunut selengkapnya yang mengacu pada sumber informasi dari website NU:اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لًنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allahummahdinâ fî man hadait. Wa ‘âfinâ fî man ‘âfait. Wa tawallanâ fî man tawallait. Wa bâriklanâ fî mâ a‘thait. Wa qinâ syarra mâ qadhait. Fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik. Wa innahû lâ yazillu man wâlait. Wa lâ ya‘izzu man ‘âdait. Tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait. Fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait. Wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam
Artinya: “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”
Baca Juga :
Bacaan Doa Qunut Subuh: Arab, Latin, dan Artinya
Kapan Mulai Membaca Doa Qunut Tarawih?
Di banyak masjid di Indonesia, doa qunut witir mulai dibaca secara rutin pada malam ke-15 Ramadan hingga akhir bulan suci. Secara teknis, doa qunut ini dibaca pada rakaat terakhir salat witir.
Waktu pelaksanaannya adalah saat iktidal, yakni posisi berdiri tegak setelah bangkit dari rukuk dan sebelum beranjak menuju sujud. Amalan ini menjadi momen spesial bagi umat Islam untuk memohon perlindungan, ampunan, serta limpahan kebaikan dari Allah SWT.
Praktik ini berpijak pada amalan para sahabat Nabi Muhammad SAW serta ijtihad para ulama di dalam mazhab Syafi’i, mazhab yang mayoritas dianut oleh masyarakat Asia Tenggara. Namun, cakrawala fikih Islam sangatlah luas; dalam mazhab Hanafi misalnya, doa qunut witir dipandang sebagai amalan yang bisa dilakukan setiap malam sepanjang tahun, bukan hanya saat Ramadan.
Di sisi lain, mazhab Maliki memiliki sudut pandang tersendiri mengenai penempatan qunut dalam witir. Keberagaman ini menunjukkan bahwa perbedaan praktik tersebut adalah hal yang lumrah dan memperkaya khazanah hukum Islam.
Dengan memahami bacaan doa qunut, kekhusyukan dalam beribadah pun akan lebih terjaga. Mengamalkannya secara istiqomah selama Ramadan juga menjadi jalan untuk meningkatkan derajat ibadah kita. Semoga ibadah salat witir dan doa qunut yang kita tegakkan membawa kita pada ampunan Allah SWT dan keberkahan malam Lailatul Qadar yang dinanti-nantikan.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News