Kepala Disdik Jatim, Wahid Wahyudi mengatakan, dalam evaluasi tersebut terungkap sejumlah temuan. Di antaranya banyak siswa yang setelah PTM terbatas tidak langsung pulang ke rumah, melainkan berkumpul di warung.
"Masih ada yang tidak langsung pulang tapi mampir ke warung, ke kafe untuk bertemu teman-temannya," ujar Wahid dalam Dialog Produktif Kabar Perkembangan Sekolah Tatap Muka, Kamis, 9 September 2021.
Menurutnya, hal itu terjadi akibat para siswa sudah lama berada di rumah. Akibatnya saat ada kesempatan untuk ke sekolah mereka cenderung berkumpul dengan teman-temannya.
Selanjutnya ditemukan pelanggaran protokol kesehatan. Pihaknya menemukan siswa yang tidak menggunakan masker dengan benar.
"Ada yang maskernya dipakai tapi tidak menutupi hidung dan mulut," jelas Wahid.
Baca juga: Tersisa 2 Kabupaten yang Belum Jalankan PTM Terbatas di Jatim
Untuk itu pihaknya menegaskan agar PTM terbatas dapat dipanatu secara ketat. Sekolah diharapkan membuat gugus tugas sekolah untuk memastikan PTM terbatas berjalan sesuai skema dan menerapkan protokol kesehatan.
"Maka itu harus ada gugus tugas sekolah yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan dan siswa yang digilir untuk bertugas melihat PTM ini. Dan hak prerogatif apakah anak bisa ke sekolah itu di tangan orang tua," ujarnya.
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News