Rektor UI, Muhammad Anis. Medcom.id/Intan Yunelia.
Rektor UI, Muhammad Anis. Medcom.id/Intan Yunelia.

Rektor Baru UI Diharapkan Bangun Kurikulum Multidisiplin Ilmu

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pemilihan Rektor
Intan Yunelia • 13 Agustus 2019 20:11
Jakarta: Rektor Universitas Indonesia (UI), Muhammad Anis akan mengakhiri masa jabatannya pada 4 Desember 2019. Banyak pesan yang dititipkan kepada penerusnya nanti, salah satunya agar menyiapkan kurikulum multidisiplin keilmuan.
 
“Jadi UI itu harus mampu menciptakan suatu kurikulum yang lebih fleksibel, sehingga para mahasiswa bisa melengkapi atribut yang dia rasa itu sangat dia butuhkan. Bukan yang dibutuhkan kurikulum dan program studi,” kata Anis usai acara APARiSH 2019, di JS Luwansa Hotel, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa 13 Agustus 2019.
 
Pernyataan ini disampaikan Anis terkait proses pemilihan rektor Universitas Indonesia 2019-2024 yang tengah berlangsung.Panitia Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Rektor (P3CR) UI telah mengumumkan 21 Nama Bakal Calon Rektor UI yang terjaring.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Anis, UI harus menyiapkan sarana dan prasarana yang menunjang pengembangan potensi kompetensi mahasiswanya. Sehingga ruang gagasan dan ide mahasiswa bisa terfasilitasi pihak kampus.
 
“Tapi lebih kepada memberikan fasilitas agar dia bisa menentukan tujuan hidupnya sendiri, kemudian setelah tujuan hidup bisa dia tetapkan tentu atribut apa yang dia butuhkan untuk mencapai tujuan hidupnya. Itu ke depan harus mampu menyiapkan itu,” jelas Anis.
 
Regulasi studi multidisiplin ilmu harus disamaratakan. Regulasi yang ada saat ini masih mengutamakan monomultidisiplin sehingga sektor pendidikan dan penelitian tidak berkembang.
 
“Jadi publikasi dan sebagainya harus diakomodasi, termasuk aturan kementerian harus mengakomodasi multidisiplin. Jangan nanti linearitas-linearitas itu sebetulnya harus sudah dihilangkan, karena kalau masih tetap orientasi linearitas nanti penelitiannya pasti monodisiplin,” papar Anis.
 
Dukungan insfrastruktur Teknologi Informasi (IT) juga didorong untuk semakin berkembang. Dengan catatan, biaya lebih diminimalisasi agar semua sektor terdampak oleh IT ini.
 
“Infrastuktur itu harus dibuat serendah mungkin, agar bukan menjadi sesuatu yang tinggi biayanya karena ini akan dibutuhkan,” terang Anis.
 
Baca:Berikut 21 Nama Bakal Calon Rektor UI Terjaring
 
Di sisi lain, mahasiswa berprestasi harus lebih diberikan apresiasi. Potensi dan bakat mereka harus lebih tersalurkan tidak terabaikan begitu saja.
 
“Bagaimana kita memberikan fasilitas agar potensi-potensi mahasiswa ini betul-betul bisa tereksplor dan kita bisa memberikan fasilitas, bantuan dan bimbingan agar kreatifitas inovasi mereka bisa dihargai dan difasilitasi untuk kepentingan kemajuan bangsa,” tutur Anis.
 
Perguruan tinggi juga harus mengajarkan pentingnya toleransi terhadap sesama. Terutama merebaknya paham-paham radikal di lingkungan perguruan tinggi.
 
Penanaman nilai-nilai nasionalisme dan empat pilar kebangsaan perlu ditanamkan lebih erat. “Kita terus mengupayakan bagaimana anak-anak muda ini bisa tumbuh dan cinta terhadap Tanah Airnya, cinta untuk menjadi satu kesatuan, cinta kebinekaan dan juga punya rasa ingin berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif