Chatib yang juga merupakan anggota DEN tiba di Istana tanpa menjelaskan secara rinci agenda utama yang akan dibahas bersama Presiden Prabowo. Kedatangannya langsung disambut oleh kerumunan awak media yang berusaha menggali informasi dari sang ekonom.
Mengutip laman Metrotvnews.com, salah satu isu panas yang menjadi perbincangan adalah kabar bahwa Chatib bakal masuk ke dalam Kabinet Merah Putih untuk menggantikan posisi Menteri Keuangan saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa.
Merespons pertanyaan tersebut, Chatib enggan memberikan banyak komentar dan hanya membalasnya dengan singkat sambil melempar senyum.
Meskipun terus dicecar wartawan mengenai potensi pembahasan masalah ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah, Chatib memastikan pertemuannya dengan Presiden tidak dilakukan secara eksklusif. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut dilangsungkan bersama dengan Luhut Binsar Pandjaitan.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Chatib Basri yang namanya kini kembali ramai diperbincangkan? Berikut adalah profil lengkap ekonom senior yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Latar Belakang dan Pendidikan Chatib Basri
Mengutip laman lpem.org, Muhammad Chatib Basri adalah seorang ekonom, peneliti, dan profesional dengan keahlian utama di bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik. Ia menempuh pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), sebelum melanjutkan studi ke luar negeri berkat beasiswa yang berhasil ia raih.Chatib kemudian meraih gelar Master di bidang Ekonomi Pembangunan dari Australian National University pada tahun 1996. Tak berhenti di sana, ia melanjutkan studinya dan berhasil meraih gelar PhD di bidang Ekonomi dari universitas yang sama pada tahun 2001.
Karier Chatib Basri di Pemerintahan
Chatib memulai perjalanan kariernya sebagai asisten peneliti di Departemen Ekonomi, Research School of Pacific and Asian Studies pada rentang tahun 1994 hingga 2001. Ia kemudian mulai merambah dunia pemerintahan dengan menjabat sebagai penasihat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun 2004 hingga 2005.Kiprahnya di kancah internasional juga tidak kalah mengesankan, di mana ia pernah dipercaya sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk G-20 pada periode 2006 hingga 2010. Ia bahkan ditugaskan sebagai Sherpa Summit G-20 di Washington pada tahun 2008, sebuah posisi strategis yang mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kemampuannya di bidang ekonomi global.
Pada tahun 2010 hingga 2012, Chatib menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional. Kemudian pada tahun 2012, ia dipercaya untuk memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai Kepala BKPM.
Puncak karier pemerintahannya diraih ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkatnya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Mei 2013 hingga Oktober 2014. Pengalamannya yang luas di bidang fiskal dan ekonomi makro menjadikannya salah satu tokoh keuangan paling berpengaruh di Indonesia.
Karier Chatib Basri di Dunia Akademik dan Internasional
Selain aktif di pemerintahan, Chatib juga dikenal sebagai akademisi yang konsisten berkontribusi di dunia pendidikan. Ia tercatat sebagai dosen di FEB UI sejak tahun 1995 dan juga pernah menjabat sebagai Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat UI (LPEM UI) pada periode 2005 hingga 2009.Pengakuan atas keahliannya juga datang dari berbagai lembaga internasional, di mana ia pernah menjadi konsultan bagi Bank Dunia, USAID, AUSAID, OECD, hingga UNCTAD. Ia juga sempat menjadi peneliti tamu di The Institute of South East Asian Studies di Singapura pada tahun 2001. (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News