Jakarta: Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, Rionald Silaban mengatakan, LPDP menargetkan lebih banyak lagi anak Indonesia yang melanjutkan studi S-2 dan S-3 di Amerika Serikat. Terutama di kampus top dunia di Negeri Paman Sam itu.
“Tantangan bagi Kami meningkatkan potensi anak-anak Kita bisa masuk ke dalam universitas top dunia di Amerika,” ungkap Rionald dalam Webinar Bincang Karya (BIANKA), Rabu, 8 Juli 2020.
Rio menyebut, saat ini ada 800 mahasiswa LPDP yang studi di Amerika yang tersebar di beberapa kampus dan negara bagian. Sementara untuk tahun ini, penerima beasiswa LPDP studi ke Amerika sebanyak 196 awardee.
Lebih lanjut ia menyampaikan, LPDP memberi kemudahan bagi yang ingin studi ke Amerika Serikat. Tujuannya agar lebih banyak yang studi di kampus top Amerika.
“Untuk Amerika Serikat bagi anak-anak diterima di Ivy League kami memberikan kemudahan sepanjang anak tersebut telah memiliki Letter of Acceptance (LoA),” ujarnya.
Untuk itu, terbaru LPDP telah melakukan negosiasi dengan Oxford University untuk memperbanyak anak Indonesia yang bisa kuliah di Ivy League.
“Negosiasi dengan Oxford University, mereka menyampaikan bahwa Singapura setiap tahunnya ada 150 sampai 200 pelajarnya yang studi ke Oxford. Sementara Indonesia setahun hanya 10. Tantangan bagi Kita meningkatkan potensi anak-anak kita bisa masuk ke univeristas top dunia,” terangnya.
Baca juga: Perjuangan Anak Desa, Lulusan Michigan Kini Stafsus Menteri Desa
Rio menyampaikan, Amerika saat ini masuk ke dalam lima besar negara yang paling dituju oleh penerima LPDP. Peraih beasiswa LPDP, kata dia, lebih banyak memilih negara-negara di benua biru, Eropa.
Lebih banyak yang memilih Eropa, kata Rio, karena untuk studi di Amerika selain wajib berbahasa Inggris, masih ada tes lainnya salah satunya GRE (Graduate Record Examination) atau Ujian Penilaian Pascasarjana. Tes ini merupakan tes yang harus dilalui jika hendak mendaftar ke program-program pascasarjana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di