Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam. Tangkapan layar. Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam. Tangkapan layar. Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Kemendikbudristek Ingin 10% Lulusan Perguruan Tinggi Jadi Pengusaha

Ilham Pratama Putra • 11 November 2021 13:50
Jakarta: Lulusan perguruan tinggi tak hanya diharapkan menjadi tenaga kerja. Melainkan, juga diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja atau menjadi pengusaha.
 
Pelaksana tugas (Plt.) Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Diktiristek) Nizam menargetkan, jika lulusan perguruan tinggi harus memiliki visi menjadi pengusaha. Minimal, kata dia, akan ada 10 persen dari lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya yang menjadi pengusaha.
 
"Kita ingin punya 10 persen lulusan perguruan tinggi ini jadi entrepreneur," tutur dia dalam Podcast Dikti Menyapa, Menjadi Pahlawan Muda Era Digital Melalui Kampus Merdeka, Rabu, 10 November 2021.

Nizam mengatakan, saat ini pihaknya menjalin kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) hingga Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Kerja sama dilakukan agar praktisi dari lembaga tersebut mampu menjadi pendamping mahasiswa sebagai pengusaha.
 
"Jadi mereka ini melakukan pendampingan dan kita akselerasi itu agar lulusan siap menjadi entrepreneur," jelas Nizam.
 
Baca: Wapres Minta Kampus Dongkrak Literasi Ekonomi Syariah
 
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi X DPR Dede Yusuf menyebut pendampingan kepada mahasiswa memang perlu dilakukan. Sebab, sejatinya minat mahasiswa untuk menjadi pengusaha sudah termasuk tinggi.
 
"20 persen, 30 persen mahasiswa itu sekarang punya bisnis, entah itu online atau jualan apa diantara teman-temannya. Sekarang tinggil kita buka akses pendampingan. Kalau modal sekarang juga dipermudah dengan adanya finance technology (Fintech)," tutur Dede.
 
Menurutnya, dukungan kepada generasi muda untuk menjadi pengusaha adalah hal yang penting. Ia menilai, majunya ekonomi bangsa dipicu oleh jumlah pengusaha.
 
"Sekarang wirausaha kita itu dari total penduduk baru 1,5 persen. Padahal kalau baca statistik mencapai ekonomi maju maka entrepreneurnya harus lebih dari lima persen bahkan tujuh persen," tutur dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan