Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pemerintah Diminta Perhatikan Sekolah Swasta Berbiaya Rendah

Pendidikan sekolah Kenormalan Baru
Muhammad Syahrul Ramadhan • 10 Juni 2020 13:38
Jakarta: Center for Indonesian Policy Studies meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak melupakan peran sekolah swasta berbiaya rendah di tengah pandemi virus korona (covid-19). Sekolah swasta berbiaya rendah disebut jadi tumpuan anak dengan ekonomi orang tua yang rendah agar tetap bisa bersekolah.
 
Peneliti CIPS Nadia Fairuza menjelaskan sekolah swasta berbiaya rendah ini merupakan sekolah yang biayanya kurang dari 10 persen pendapatan orang tua atau berdasarkan rasio Upah Minimum Regional (UMR). Berdasarkan temuan CIPS, ada 86 sekolah swasta berbiaya rendah di Koja, Jakarta Utara.
 
"Sekolah swasta berbiaya rendah menjadi harus menjadi perhatian pemerintah dalam diskursus pendidikan," kata Nadia dalam webinar 'Tantangan Finansial Sekolah Swasta Berbiaya Rendah Selama Pandemi', Rabu, 10 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


CIPS juga merekomendasikan agar Kemendikbud memberi bantuan finasial. Selain itu, memberikan fleksibilitas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar pimpinan sekolah benar-benar bisa mengelola sekolah dengan baik.
 
Nadi mengatakan, Surat Edaran Menteri Pendidikan Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19 belum mengakomodasi kebutuhan sekolah swasta berbiaya rendah.
 
"Pemerintah perlu terjun untuk memperkuat sekolah swasta berbiaya rendah, seperti memberi bantuan finansial," terangnya.
 
Baca:Survei Kemendikbud: 98% Guru SMK Berhasil Terapkan Belajar Daring
 
Ia mengatakan, Kemendikbud bisa meniru pemerintah daerah yang mempunyai inisiatif untuk memberikan subsidi pembiayaan sekolah. Bali contohnya, kata dia, menggelontorkan subsidi antara Rp450 ribu hingga Rp750 ribu per siswa untuk membantu iuran sekolah, selama tiga bulan.
 
"Beberapa daerah di Kepulauan Riau, Bali, dan juga Jawa Timur memberikan keringanan biaya sekolah ," jelasnya.
 
Pimpinan kepala sekolah juga diminta memiliki inisiatif. Tidak hanya menunggu pemerintah, bisa juga menjalin kerja sama dengan lembaga atau organisasi lain.
 
"Sekolah swasta dapat berkolaborasi dengan organisasi atau lembaga lain untuk menigkatkan nilai tambah meningkatan pendaptan, mempunyai jiwa kewirausahaan," tuturnya.
 

(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif