Mendikbud Nadiem Makarim. Zoom
Mendikbud Nadiem Makarim. Zoom

Program Organisasi Penggerak

Nadiem: POP Bertujuan Mengadopsi Program Pendidikan Milik Ormas

Pendidikan Kebijakan pendidikan Merdeka Belajar
Ilham Pratama Putra • 27 Agustus 2020 20:43
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) kembali menjelaskan gambaran besar Program Organisasi Penggerak (POP). Nadiem menyebut, program tersebut laiknya sayembara.
 
"Program POP adalah semacam sayembara, semacam prototyping mengenai bagaimana jurus-jurus yang dimiliki berbagai macam organisasi di Indonesia, apakah bisa berhasil meningkatkan numerasi dan literasi di Indonesia," kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR secara virtual, Kamis, 27 Agustus 2020.
 
Nadiem menyatakan, banyak terjadi salah paham di tengah masyarakat terkait POP. Nadiem menekankan, POP bukan program afirmasi. Organisasi masyarakat (ormas) di bidang pendidikan dipercaya menggunakan dana pemerintah untuk mengembangkan dunia pendidikan di sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Nadiem Tunda Penyelenggaraan POP, Ini Alasannya
 
Konsep sayembara yang dimaksud Nadiem ialah program yang mengajak para ormas untuk mengimplementasikan program peningkatan kualitas pendidikan. Dia ingin mengadopsi program-program yang dilakukan para peserta POP untuk kemudian diimplementasikan oleh Kemendikbud.
 
"Nantinya, program yang sukses untuk meningkatkan kualitas pendidikan akan digunakan oleh Kemendikbud. Model-model (program) itu yang akan dipelajari dan dipetik serta diambil oleh Kemendikbud menjadi suatu kebijakan nasional jika sukses," ujar Nadiem.
 
Nadiem meminta maaf jika terjadi banyak kekeliruan di masyarakat terkait POP. Bahkan tiga organiasi besar seperti Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU), Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), sempat mempermasalahkan program turunan dari Merdeka Belajar itu.
 
"Jadi ini mungkin salah kami di Kemendikbud, kurang melakukan sosialisasi dan menjelaskan ini adalah sayembara model, kami akan mengakuisisi model inovasi baru," ungkap Nadiem.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif