Ilustrasi anak puasa. Freepik
Ilustrasi anak puasa. Freepik

Mau Mulai Ajarkan Anak Puasa? Simak Tips dari Dokter RSA UGM

Pendidikan ramadan puasa anak UGM Ramadan 2022 Puasa 2022
Renatha Swasty • 22 April 2022 09:16
Jakarta: Mengenalkan anak berpuasa tak sulit. Terpenting, orang tua mesti lebih dulu menjalani puasa dengan baik.
 
Sebab, anak-anak adalah pribadi pengamat dan peniru. Bila sang anak diharapkan dapat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik, maka orang tua mesti melaksanakan ibadah puasa dengan baik.
 
Dokter spesialis anak Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) Fita Wirastuti membagikan tips mengajarkan puasa pada anak-anak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau orang tuanya sering mengaji dan sering mengisi Ramadan ini dengan kegiatan yang bermanfaat, mereka (anak-anak) akan mengikutinya. Begitu juga dengan berpuasa. Jadi, sebetulnya orang tua tidak perlu terlalu banyak memberikan aturan, tapi yang penting adalah dengan mengajarkan dengan langsung memberikan contoh,” kata Fita dikutip dari laman ugm.ac.id, Jumat, 22 April 2022.

Berikut tips mengajarkan anak puasa:

Pertama, mulail dengan perlahan, mudah, dan menyenangkan. Fita menuturkan pada hari biasa bukan saat puasa, anak-anak makan tiga kali sehari.
 
Ketika memperkenalkan puasa, sedikit-sedikit menjarakkan waktu makan tersebut. “Ketika dia mulai diajarkan untuk berpuasa, mulai kita jarangkan fase antar makan menjadi 4-6 jam. Kemudian, nanti bertambah lagi jadi 8 jam, kemudian bertambah lagi jadi 10 jam, sampai pada akhirnya dia bisa fase puasa penuh,” kata Fita.
 
Kedua, mempersiapkan makanan yang kaya dan sehat, baik sahur maupun berbuka. Fita menjelaskan kaya yang dimaksudkan yakni nutrisi-nutrisi dalam makanan.
 
Fita mengatakan komposisi antara karbohidrat, protein, dan lemak harus seimbang. Dia menuturkan dengan kecupukan gizi, nutrisi anak dapat terpenuhi dan kuat menjalankan puasa.
 
Ketiga, jangan berikan kompensasi berlebihan. Fita mengatakan puasa hanya menggeser waktu makan di hari-hari biasa.
 
Yakni sarapan dipagikan menjadi sahur, sementara makan siang disorekan menjadi berbuka, dan makan malam digeser menjadi setelah tarawih. Jadi, jangan sampai ada kiat balas dendam atau penggandaan porsi makan ketika sahur, sebab hal itu sangat tidak disarankan.
 
“Kadang-kadang orang tua juga khawatir anaknya lapar, kemudian memaksa anaknya untuk makan lebih banyak pada saat berbuka atau pada saat sahur. Ini justru tidak direkomendasikan karena membuat anak merasa tidak nyaman dan akhirnya target dari puasanya jadi tidak tercapai,” tutur Fita.
 
Keempat, buat rutinitas yang sehat. Fita mengatakan aktivitas puasa semestinya diselingi atau diisi dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat, seperti mengaji bersama, pergi ke masjid bersama, merancang menu buka dan sahur bersama, dan lain sebagainya. Fita mengatakan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut dapat menyenangkan anak-anak sekaligus memotivasi mereka.  
 
“Lihat orang tuanya ketika berpuasa hanya tidur saja, itu membuat anak menjadi lebih lemes dan jenuh, sehingga dia tidak senang dengan kondisi berpuasa,” beber Fita.
 
Kelima, hindari aktivitas fisik berlebihan. Fita mengatakan aktivitas anak-anak yang memiliki aktivitas fisik banyak sebaiknya dikurangi, seperti lari-larian dan lain sebagainya.
 
Hal ini guna menghindari anak-anak cepat kelelahan atau yang lebih parah lagi mengalami dehidrasi. Sebagai gantinya, aktivitas dapat diganti dengan kegiatan mengaji bersama, mewarnai bersama, dan lain sebagainya.
 
Keenam, memberikan motivasi dan reward yang cukup. Reward yang cukup seperti memberi sticker yang menandakan keberhasilan, memberi makanan yang disukai, dan lain sebagainya.   
 
“Kemudian reward diberikan juga tidak berlebihan, nanti jika berhasil berpuasa 1 bulan lalu diberikan suatu hal tertentu itu juga tidak perlu. Cukup reward yang menyenangkan untuk anak saja, sesuai dengan kebutuhannya, seperti ingin makan apa, dan lain lain,” tutur Fita.
 
Baca: Dokter RSA UGM Bagikan Tips Berpuasa Bagi Penderita Mag
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif