Tangkapan layar Metro TV
Tangkapan layar Metro TV

Sore Seru Aktivitas Anak-anak Pulau Maratua

MetroTV • 17 Mei 2022 17:23
Berau: Anak-anak di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, punya cerita indah pada setiap sore di tepi pantai. Mereka yang berada di salah satu pulau terluar di Indonesia ini belajar dan bermain yang dibimbing oleh relawan dari Yayasan Kalasahan.
 
Tepat pukul 16.00, anak-anak ini mendatangi rumah pohon yang ada di Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Pulau Maratua, untuk bermain. Namun, tempat ini juga mereka gunakan untuk belajar di luar waktu sekolah dengan dibimbing para relawan pengajar. 
 
Aktivitas belajar sambil bermain ini diberikan secara gratis oleh Yayasan Kalasahan. Merek diedukasi oleh sembilan relawan dengan keahlian masing-masing. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mulai dari pelajaran bahasa Inggris, matematika, mengaji, menanam, hingga menari dan bernyanyi. Adanya aktivitas ini juga membuat anak-anak mengurangi penggunaan gadget yang berlebihan.
 
"Di sini belajar bahasa Inggris, belajar nyanyi juga. Belajar di sini biasanya dari jam empat, senang kok semuanya,” ujar Nathan, salah satu anak Pulau Maratua, dalam tayangan Newsline di Metro TV pada Selasa, 17 Mei 2022.
 
Kalasahan merupakan Bahasa Bajau di Pulau Maratua yang artinya 'kesayangan'. Sesuai dengan namanya, rumah pohon ini menjadi tempat kesayangan anak-anak di Pulau Maratua. 
 
Baca: Jangan Jual Pulau Terluar Indonesia
 
Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dan lingkungan ini didirikan pada pertengahan 2021. Pendiri dan para relawan memiliki mimpi untuk turut mencerdaskan anak-anak usia dini. 
 
Agar nantinya mereka tidak jadi penonton di pulau mereka sendiri. Maklum, Pulau Maratua adalah salah satu destinasi unggulan di Indonesia.
 
"Sekarang masih untuk anak-anak sekolah dasar. Rencananya, untuk tingkat yang lebih tinggi, kita juga mau mengajarkan tentang hotel dan pelayanan. Respons masyarakat di sini suka. Orang tua dan anak-anak mereka juga senang karena bisa bermain dan belajar banyak hal,” ujar relawan pengajar, Nina Ena. (Leres Anbara)
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif