Ada tiga tes yang harus dilalui oleh peserta. Pertama Tes Kemampuan Dasar (TKD), untuk sosial humaniora (soshum) yang terdiri atas Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi. Untuk TKD sains dan teknologi (saintek) terdiri dari Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Biologi, Fisika, dan Kimia.
Kemudian secara umum baik soshum maupun saintek wajib mengerjakan Tes Potensi Akademik (TPA). Terakhir, Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU) terdiri dari Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Selain tahapan tes, peminat jalur mandiri UGM juga dapat mengetahui informasi pembiayaan kuliah atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) di kampus tersebut. Pembiayaan kuliah di jalur Seleksi Mandiri UGM, ternyata sama dengan jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
"Mahasiswa yang masuk melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, maupun Mandiri di UGM untuk tahun ini semuanya mengunakan skema pembayaran UKT. Besaran UKT ditentukan berdasarkan penghasilan orangtua," kata Kepala bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani kepada Medcom.id, Kamis, 11 Juli 2019.
Baca: Biaya Kuliah Jalur Mandiri UNS Rp5 Juta-21 Jutaan
Uang Kuliah Tunggal (UKT) sendiri merupakan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) yang ditanggung setiap mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonomi. UKT merupakan sistem pembiayaan kuliah, di mana uang gedung, SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan), uang almamater, uang praktikum, dan penunjang lain dilebur menjadi satu dan dibagi rata dalam delapan semester.
Adapun UKT di UGM, dikutip dari https://um.ugm.ac.id/, terbagi ke dalam delapan kelompok. Penetapan kelompok ini berdasarakan penghasilan kotor ditambah penghasilan tambahan orangtua.
Kelompok 1 dan 2 memiliki besaran biaya UKT yang sama untuk semua prodi. Untuk UKT kelompok 1 sebesar Rp500 ribu. Kelompok 1 ini diperuntukkan bagi orangtua yang berpengahasilan di bawah atau sama dengan Rp500ribu.
Sedangkan untuk kelompok 2, besaran UKT Rp1.000.000. Kelompok 2 untuk orangtua yang berpenghasilan Rp500.000.00-Rp 2.000.000 per bulan.
"Sementara itu, untuk kelompok 3 sampai 8 bervariasi untuk setiap program studinya," ujar Iva.
Baca: Biaya Pendaftaran Mandiri di Universitas Brawijaya
Kelompok UKT 3 diperuntukkan bagi orangtua berpenghasilan Rp2.000.000-Rp3.500.000. Dalam kelompok ini UKT terendah Rp2.400.000 untuk prodi Antropologi Budaya, Arkeologi, Pariwisata, Sejarah, Sastra Arab, Sastra Jepang, Sastra Prancis, Sosiologi, Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa dan Kebudayaan Korea, serta Filsafat.
Sementara UKT tertinggi di kelompok 3, mencapai Rp 7.350.000 untuk prodi Kedokteran Gigi.
Kemudian kelompok UKT 4 untuk orangtua yang berpenghasilan Rp3.500.000-Rp5.000.000. Besaran UKT terendah di kelompok ini Rp3.150.000 untuk prodi Filsafat. Sedangkan untuk UKT tertinggi Rp10.875.000 di prodi Kedokteran.
Kelompok UKT 5, besarannya Rp5.000.000-Rp10.000.000. Biaya UKT terendah Rp4.800.000 yaitu pada prodi Sosiologi. Sedangkan UKT tertinggi Rp 14.500.000 untuk prodi Kedokteran.
Kelompok UKT 6, Rp10.000.000-Rp20.000.000, kemudian UKT terendah Rp5.500.000 yakni di prodi Sosiologi dan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan. Sedangkan UKT tertinggi, mencapai Rp20.000.000 yakni di prodi Kedokteran Gigi.
Kelompok UKT 7, dengan penghasilan orangtua Rp20.000.000-Rp30.000.000. UKT terendah Rp7.000.000 yang ada di prodi filsafat, Sosiologi dan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan. Untuk UKT tertinggi di kelompok ini Rp23.000.000 di prodi Kedokteran Gigi.
Kelompok UKT 8, diperuntukkan bagi orangtua mahasiswa yang berpenghasilan lebih dari Rp30.000.000. Besaran UKT terendah pada kelompok terakhir ini mulai Rp8.000.000, yakni di prodi Pariwisata. Sedangkan UKT tertinggi RP26.000.000 yakni UKT untuk prodi Kedokteran dan Kedokteran Gigi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News