Ilustrasi. Foto: Media Indonesia
Ilustrasi. Foto: Media Indonesia

Pendidikan Indonesia Darurat Kekerasan

Pendidikan kekerasan anak perlindungan anak
Intan Yunelia • 09 Desember 2019 13:39
Jakarta: Kondisi pendidikan di Indonesia dalam keadaan darurat kekerasan. Hal itu dilihat dari fakta maraknya kasus kekerasan di sekolah yang terus berulang.
 
"Darurat, gawat pendidikan kita muncul dari berbagai hal. Anak yang enggak bisa baca, anak yang lulus SMK dan menjadi pengangguran, distribusi guru enggak merata. Kalau gawat darurat pendidikan dalam kekerasan ini saya rasa kita setuju bahwa ini gawat darurat sangat nyata," kata Pegiat pendidikan, Najelaa Shihab usai menghadiri acara peluncuran buku 'Kekerasan Terhadap Anak di Lingkungan Sekolah Sepanjang 2019' di Hotel Rivoli, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin, 9 Desember 2019.
 
Menurut pendiri Sekolah Cikal ini, penanganan kekerasan di dunia pendidikan tidak cukup diselesaikan dengan rehabilitasi korban. Perlu pendekatan khusus kepada pelaku dalam lingkaran kekerasan di dunia pendidikan yang mesti diurai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu ada korban yang betul-betul dampaknya terlihat nyata dan dikorbankan dalam berbagai bentuk tapi soal penanganan tidak bisa bicara soal penanganan pada korban saja, tapi pelaku juga butuh bantuan," ujar Najelaa.
 
Penanganan kekerasan dunia pendidikan, kata Najelaa, juga tidak cukup melihat murid sebagai korban. Para guru pun dalam beberapa kasus sering menjadi korban kekerasan.
 
"Kita bukan cuma bicara murid sesungguhnya, tapi guru-guru juga sering kali menjadi korban dari kekerasan yang terjadi di sekolah," paparnya.
 
Pemerintah selama ini dinilai belum memiliki cara memutus mata rantai kekerasan di dunia pendidikan. Kasus kekerasan hanya berorientasi pada hukuman lantas masalah selesai. Padahal, perlu penyelesaian dari hulu masalahnya.
 
"Seringkali satuan pendidikan atau pemangku kepentingan itu enggak punya strategi yang komprehensif untuk mengatasi kasus kekerasan pada anak," tutur Najeela

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif