Ketua PPI Taiwan, Sutarsis, dokumentasi pribadi.
Ketua PPI Taiwan, Sutarsis, dokumentasi pribadi.

PPI Taiwan Minta Pemerintah Lakukan Pengawasan Langsung

Pendidikan Pendidikan Tinggi Mahasiswa di Taiwan
Intan Yunelia • 04 Januari 2019 16:58
Jakarta: Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) mendorong Pemerintah Indonesia untuk turun langsung mengawasi pelaksanaan program kuliah-magang di Taiwan. Mengingat banyaknya mahasiswa yang mengikuti program ini, di sisi lain program yang terhitung baru ini masih rawan terjadi penyelewengan.

"Hal ini perlu perhatian segera dari Pemerintah Indonesia untuk turun langsung ke Taiwan, sehingga bisa langsung me-monitoring langsung implementasi program kuliah-magang, termasuk di dalamnya sejauh mana peran dan juga keterlibatan agensi pendidikan dalam permasalahan yang terjadi," kata Ketua PPI Taiwan, Sutarsis, saat dihubungi di Jakarta, Jumat 4 Januari 2019.

Baca: Agen Pendidikan Tak Kredibel Perkeruh "Kuliah-Magang" di Taiwan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di berbagai perguruan tinggi di Taiwan saat ini mencapai 6.000 orang. Seharusnya, pemerintah memiliki atase perwakilan khusus di Taiwan. "Dengan berbagai dinamika permasalahan yang dihadapi, sudah selayaknya dipertimbangkan untuk adanya staff pendidikan yang setara dengan atase untuk membantu pemerintah mengelola, me-monitoring, dan mengevaluasi program-program kerja sama yang ditawarkan antara Indonesia dan Taiwan," ujarnya.

Sementara itu, PPI Taiwan mengatakan saat ini butuh perhatian bersama antara pemerintah Indonesia dan Taiwan. Agar tidak terjadi hal-hal lain yang menyimpang.

"Permasalahan ini muncul karena sejumlah pihak melakukan perekrutan dan pengiriman mahasiswa magang secara masif, sementara kedua belah pihak belum menyepakati detail pengelolaannya melalui suatu technical arrangement," pungkasnya.



(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi