Ilustrasi masyarkat melaksanakan salat id. Foto: Unplash/Iqro Rinaldi
Ilustrasi masyarkat melaksanakan salat id. Foto: Unplash/Iqro Rinaldi

Niat Salat Idulfitri Lengkap dengan Tata Caranya

Muhammad Syahrul Ramadhan • 19 Maret 2026 14:36
Ringkasnya gini..
  • Hukum melaksanakan salat Idulfitri adalah sunnah muakkad.
  • Niat merupakan syarat sah pertama dalam beribadah.
  • Memahami tata cara dan niat salat Idulfitri sangat penting agar kita tidak bingung saat mengikuti imam.
Jakarta: Salat Idulfitri merupakan puncak dari ibadah di bulan suci Ramadan. Hukum melaksanakan salat ini adalah sunnah muakkad, yang artinya sangat dianjurkan bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, hingga anak-anak dan wanita.
 
Walaupun dilaksanakan secara berjamaah jauh lebih utama, salat Idulfitri tetap dinyatakan sah apabila dikerjakan secara mandiri (munfarid) di rumah, baik karena alasan keterlambatan maupun halangan tertentu lainnya. 
 
Menunaikan salat Id secara personal tetap lebih dianjurkan daripada melewatkan ibadah tersebut sepenuhnya. Dasar panduan ini bersumber dari keterangan Syekh KHR Asnawi dalam kitab Fashalatan serta kitab al-Fiqh al-Manhajî, yang selaras dengan praktik mazhab Syafi’i di Indonesia.

Niat Salat Idulfitri

Niat merupakan syarat sah pertama dalam beribadah. Berikut adalah pelafalan niat tergantung posisi kamu saat berjamaah:

Sebagai Makmum:
 
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
 
Ushallī sunnatan li ‘īdil fithri rak’ataini ma’mūman lillāhi ta’ālā.
 
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."
 
Sebagai Imam:
 
 أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
 
Ushallī sunnatan li ‘īdil fithri rak’ataini imāman lillāhi ta’ālā.
 
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala."  

Tata Cara Salat Idul Fitri


Pelaksanaan salat Idulfitri pada rakaat pertama memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan salat fardu. Sesudah melakukan takbiratulihram dan melantunkan doa iftitah, jemaah disunnahkan untuk menambah takbir sebanyak tujuh kali sebelum masuk ke pembacaan Al-Fatihah.

Bacaan di Antara Takbir Rakaat Pertama


Di sela-sela takbir, dianjurkan membaca tasbih dan tahmid, di antaranya:
 
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
 
Atau:
 
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
 
Selesai menuntunkan tujuh kali takbir tambahan, jemaah membaca surat Al-Fatihah yang kemudian sangat dianjurkan untuk disambung dengan pembacaan surat Al-A’la. Adapun rangkaian gerakan setelahnya, mulai dari rukuk, sujud, hingga duduk di antara dua sujud, dilaksanakan persis seperti tata cara salat pada umumnya.

Bacaan Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua, jemaah melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali. Sama seperti sebelumnya, setiap takbir disunnahkan dengan mengangkat tangan dan diselingi bacaan tasbih. 
 
Setelah takbir kelima usai, bacaan dilanjutkan dengan Surah Al-Fatihah dan sangat dianjurkan menyambungnya dengan Surah Al-Ghasyiyah, kemudian selesaikan gerakan salat hingga salam. Perlu diingat bahwa takbir tambahan ini bersifat sunnah; jika terlewat atau lupa dilakukan, salat Idulfitri Anda tetap dinyatakan sah.
 
Memahami tata cara dan niat salat Idulfitri sangat penting agar kita tidak bingung saat mengikuti imam, terutama pada bagian takbir tambahan. Mari kita sambut hari kemenangan dengan ibadah yang benar dan hati yang suci.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan