Kepala Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan, Siti Maria Ulfa, mengatakan para pendaftar harus mempersiapkan diri bila ingin meraih BIB. Siti menyebut perlu mental kuat untuk memperjuangkan BIB terutama untuk studi di luar negeri.
Siti menekankan BIB hanya cocok bagi pelajar tangguh. Anak manja justru akan kesulitan bertahan apabila mendapatkan kesempatan studi di luar negeri.
"Kalau anak mama ya enggak usah sekolah di luar negeri lah ya. Sekolah aja di Indonesia," kata Siti melalui Pendis Channel dikutip Senin, 11 Mei 2026.
Menurut dia, kesiapan pelamar beasiswa akan ditanyakan pewawancara dalam tahap seleksi wawancara. Karena itu pelamar harus lebih mempersiapkan diri.
| Baca juga: Kuliah S2 di Italia Gratis? Cek Syarat dan Cara Daftar Beasiswa IYT 2026 |
"Nanti teman-teman memang apa namanya harus mempersiapkan diri dengan baik terkait wawancara ini karena di situ nanti akan digali banyak hal gitu ya, ungkap dia.
Selain itu, pelamar sudah harus siap jika ditanya terkait rencana studi. Termasuk rencana untuk pengabdian kepada bangsa setelah masa studi.
"Kemudian apa kontribusi yang akan diberikan kepada negara, kemudian tingkat apa namanya ketahanan atau resiliens," ujar dia.
Pendaftaran BIB dibuka mulai 1 April sampai 31 Mei 2026 melalui laman beasiswa.kemenag.go.id.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama, Ruchman Basori, menjelaskan secara umum tidak ada perubahan signifikan dalam skema maupun jenis beasiswa dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, terdapat penyesuaian penting pada kriteria pelamar kategori Alumni Pendidikan Keagamaan binaan Kementerian Agama.
| Baca juga: Beasiswa Telkom University 2026 Dibuka, Kuliah Gratis 100% Hingga Lulus dan Bebas Biaya Asrama, Intip Yuk! |
“Tahun ini ada pelonggaran syarat bagi kategori Alumni Pendidikan Keagamaan. keluarga besar Kemenag. Jika sebelumnya harus linear langsung dari jenjang sebelumnya di lembaga pendidikan keagamaan, kini diperbolehkan meloncat satu tingkat di bawahnya ke belakang,” ujar Ruchman melalui kemenag.go.id.
Ia mencontohkan pelamar program magister (S2) kini tetap dapat mendaftar meski merupakan lulusan Perguruan Tinggi Umum (PTU), selama memiliki latar belakang pendidikan Madrasah Aliyah (MA)/sederajat baik negeri atau swasta, binaan Kementerian Agama. Kebijakan ini diambil untuk membuka akses lebih luas bagi lulusan madrasah yang melanjutkan studi di kampus umum.
“Begitu juga untuk pelamar program sarjana (S1), tidak harus berasal dari MA, selama dia lulusan madrasah pada jalur pendidikan sebelumnya seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs), negeri atau swasta. Ini untuk memastikan lebih banyak alumni madrasah bisa terakomodasi dalam program BIB,” jelasnya.
BIB 2026 menyediakan empat jenis program beasiswa gelar, yaitu beasiswa unggulan keagamaan, double degree, pesantren, targeted, dan akselerasi. Para pelamar juga diberikan kebebasan memilih program studi umum, termasuk bidang teknik, di perguruan tinggi binaan kementerian terkait.
Ruchman menegaskan bahwa calon pendaftar tetap harus memperhatikan seluruh persyaratan. Termasuk persyaratan terkait standar akademik seperti Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai indikator kesiapan menghadapi studi lanjutan.
“Studi lanjut itu penuh tantangan, jadi selain memenuhi syarat administratif, yang tidak kalah penting adalah kesiapan mental dan daya juang. Tidak boleh mudah menyerah,” tegasnya.
Jadwal Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 Kemenag
- Pendaftaran Beasiswa: 1 April-31 Mei 2026
- Seleksi Administrasi: 1-15 Juni 2026
- Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 16 Juni 2026
- Masa Sanggah: 17-18 Juni 2026
- Pengumuman Hasil Masa Sanggah: 22 Juni 2026
- Seleksi Skolastik: 25-29 Juni 2026
- Pengumuman Hasil Seleksi Skolastik: 1 Juli 2026
- Seleksi Wawancara: 3- 30 Juli 2026
- Pengumuman Kelulusan: 27 Juli 2026
- Orientasi Calon Penerima Beasiswa: Agustus 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News