Jakarta: Universitas Sahid Jakarta (Usahid) memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi di media sosial mengenai kasus kehilangan tumbir di KRL yang mencantumkan nama seseorang yang disebut sebagai mahasiswa atau alumni kampus tersebut. Pihak universitas menegaskan bahwa yang bersangkutan bukan mahasiswa aktif dan bukan lulusan Usahid.
Sebelumnya, viral di media sosial seorang penumpang KRL bernama Anita Dewi membuat sebuah utas pengalamannya kehilangan tumbler Tuku di cooler bag yang sebelumnya sempat tertinggal dan diamankan oleh petugas KAl. Anita menceritakan bahwa dirinya naik KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung pada Senin, 24 November 2025 malam.
Anita baru menyada tertinggal setelah turun di Stasiun Rawa Buntu. Barang tersebut akhirnya ditemukan dan diamankan di Stasiun Rangkasbitung. Anita kemudian mengambilnya keesokan hari bersama sang suami. Namun ketika tas dibuka, tumbler bermerek kopi langganannya sudah tidak ada.
"Tumbler tuku-k Tumbler etidaktanggung ja s PT KAI @commuterline," tulis akun @anitadwdl, dikutip, Sabtu, 29 November 2025.
Simpati warganet terhadap petugas keamanan KAI bernama Argi, yang ditegur atasannya dan terancam kehilangan pekerjaan meski membantah telah mengambil tumbir tersebut. Menyikapi ramainya pemberitaan tersebut, Universitas Sahid Jakarta (Usahid) mengeluarkan pernyataan resmi untuk meluruskan informasi terkait identitas yang disebut-sebut sebagai mahasiswa atau alumni kampus.
Melansir dari akun Instagram @universitas.sahid, pihak universitas menegaskan bahwa orang yang bersangkutan bukan merupakan mahasiswa aktif maupun lulusan Universitas Sahid. "Atas Nama Anita Dewi Lestari bukan mahasiswa aktif dan bukan lulusan Universitas Sahid." tulis akun Instagram @universitas.sahid, dikutip, Minggu, 30 November 2025.
Pihak Usahid menjelaskan hasil penelusuran dari basis data internal kampus, bahwa nama ters ang pernah terdaftar namun hanya menempuh beberapa semester tanpa menyelesaikannya. Karena itu, status yang bersangkutan tidak dapat dikatego .Status ini diperkuat dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Sahid Nomor: 109/USJ-01/A-50/2022 tentang Pemberhentian Mahasiswa Habis Masa Studi yang Tidak Memenuhi Ketentuan Akademik Semester Genap T.A. 2021/2022.
Lebih lanjut, Universitas Sahid juga memastikan bahwa institusi tidak memiliki hubungan apapun dengan peristiwa yang ramai dibicarakan tersebut. Pihak kampus meminta kepada seluruh pihak agar tidak mengaitkan kejadian ini dengan institusi Usahid, demi menjaga keakuratan informasi dan mencegah terjadinya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap bijak dan berhati-hati dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun prasangka yang tidak perlu," pungkasnya (Bramcov Stivens Situmeang)
Sebelumnya, viral di media sosial seorang penumpang KRL bernama Anita Dewi membuat sebuah utas pengalamannya kehilangan tumbler Tuku di cooler bag yang sebelumnya sempat tertinggal dan diamankan oleh petugas KAl. Anita menceritakan bahwa dirinya naik KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung pada Senin, 24 November 2025 malam.
Anita baru menyada tertinggal setelah turun di Stasiun Rawa Buntu. Barang tersebut akhirnya ditemukan dan diamankan di Stasiun Rangkasbitung. Anita kemudian mengambilnya keesokan hari bersama sang suami. Namun ketika tas dibuka, tumbler bermerek kopi langganannya sudah tidak ada.
"Tumbler tuku-k Tumbler etidaktanggung ja s PT KAI @commuterline," tulis akun @anitadwdl, dikutip, Sabtu, 29 November 2025.
Simpati warganet terhadap petugas keamanan KAI bernama Argi, yang ditegur atasannya dan terancam kehilangan pekerjaan meski membantah telah mengambil tumbir tersebut. Menyikapi ramainya pemberitaan tersebut, Universitas Sahid Jakarta (Usahid) mengeluarkan pernyataan resmi untuk meluruskan informasi terkait identitas yang disebut-sebut sebagai mahasiswa atau alumni kampus.
Melansir dari akun Instagram @universitas.sahid, pihak universitas menegaskan bahwa orang yang bersangkutan bukan merupakan mahasiswa aktif maupun lulusan Universitas Sahid. "Atas Nama Anita Dewi Lestari bukan mahasiswa aktif dan bukan lulusan Universitas Sahid." tulis akun Instagram @universitas.sahid, dikutip, Minggu, 30 November 2025.
Pihak Usahid menjelaskan hasil penelusuran dari basis data internal kampus, bahwa nama ters ang pernah terdaftar namun hanya menempuh beberapa semester tanpa menyelesaikannya. Karena itu, status yang bersangkutan tidak dapat dikatego .Status ini diperkuat dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Sahid Nomor: 109/USJ-01/A-50/2022 tentang Pemberhentian Mahasiswa Habis Masa Studi yang Tidak Memenuhi Ketentuan Akademik Semester Genap T.A. 2021/2022.
Lebih lanjut, Universitas Sahid juga memastikan bahwa institusi tidak memiliki hubungan apapun dengan peristiwa yang ramai dibicarakan tersebut. Pihak kampus meminta kepada seluruh pihak agar tidak mengaitkan kejadian ini dengan institusi Usahid, demi menjaga keakuratan informasi dan mencegah terjadinya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk tetap bijak dan berhati-hati dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun prasangka yang tidak perlu," pungkasnya (Bramcov Stivens Situmeang)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(CEU)