Dua peserta penyandang disabilitas daksa ikut UTBK di IPB. Foto: IPB
Dua peserta penyandang disabilitas daksa ikut UTBK di IPB. Foto: IPB

Haru! 2 Difabel Daksa Optimistis Ikut UTBK di IPB, Didampingi Orang Tua

Citra Larasati • 21 April 2026 18:31
Ringkasnya gini..
  • Dua peserta penyandang disabilitas daksa,mengikuti UTBK di IPB.
  • Keduanya mendapat dukungan penuh dari orang tua masing-masing dalam menghadapi ujian masuk perguruan tinggi ini.
  • Kedua kakak beradik tersebut diketahui mengidap distrofi muscular progressive (DMP), yaitu penyakit genetik yang menyerang otot tubuh.
Jakarta: Dua peserta penyandang disabilitas daksa, Muhammad Tegar Bimo Santoso asal Jakarta dan Kevin Christian Rihandi asal Cileungsi, mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di IPB University pada Selasa, 21 April 2026 dengan penuh optimisme. Keduanya mendapat dukungan penuh dari orang tua masing-masing dalam menghadapi ujian masuk perguruan tinggi ini.
 
Muhammad Tegar Bimo Santoso, yang didampingi ayahnya, Mukmin, berharap dapat lolos ujian agar bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi impiannya. Bagi Mukmin, mengantar Bimo untuk melanjutkan studi bukanlah pengalaman pertama. Kakak Bimo, M Ariek Dimas Santoso, merupakan alumni IPB University angkatan 50.
 
Kedua kakak beradik tersebut diketahui mengidap distrofi muscular progressive (DMP), yaitu penyakit genetik yang menyerang otot tubuh. Mukmin mengungkapkan kenangan positifnya dengan IPB University. Baginya, IPB University sangat memperhatikan mahasiswa berkebutuhan khusus. "Dulu Ariek dikasih kursi roda elektrik loh sama Pak Herry (Rektor IPB periode 2007–2017)," ujar Mukmin.

Meski berkebutuhan khusus, Bimo telah lulus dari sekolah formal di Jakarta dan tercatat sebagai juara IT disabilitas Internasional di Korea Selatan. Bimo bercita-cita ingin menjadi expert di marketing digital dan ingin memperdalam bahasa Jepang. Mukmin menambahkan bahwa semangat menuntut ilmu yang dimiliki Bimo merupakan kesadaran murni dari sang anak sebagai bekal hidupnya di masa depan.
 
Berbeda dengan Bimo, Kevin Christian Rihandi memilih Management Property sebagai program studi yang diincarnya. Kevin yang merupakan penyandang disabilitas serupa, telah menyelesaikan sekolah melalui homeschooling entrepreneur. Ibunda Kevin, Devi, berharap anaknya dapat masuk jurusan sesuai keinginan karena dia sudah semangat dan belajar terus setiap hari. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan