Muhammad Tegar Bimo Santoso, yang didampingi ayahnya, Mukmin, berharap dapat lolos ujian agar bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi impiannya. Bagi Mukmin, mengantar Bimo untuk melanjutkan studi bukanlah pengalaman pertama. Kakak Bimo, M Ariek Dimas Santoso, merupakan alumni IPB University angkatan 50.
Kedua kakak beradik tersebut diketahui mengidap distrofi muscular progressive (DMP), yaitu penyakit genetik yang menyerang otot tubuh. Mukmin mengungkapkan kenangan positifnya dengan IPB University. Baginya, IPB University sangat memperhatikan mahasiswa berkebutuhan khusus. "Dulu Ariek dikasih kursi roda elektrik loh sama Pak Herry (Rektor IPB periode 2007–2017)," ujar Mukmin.
Meski berkebutuhan khusus, Bimo telah lulus dari sekolah formal di Jakarta dan tercatat sebagai juara IT disabilitas Internasional di Korea Selatan. Bimo bercita-cita ingin menjadi expert di marketing digital dan ingin memperdalam bahasa Jepang. Mukmin menambahkan bahwa semangat menuntut ilmu yang dimiliki Bimo merupakan kesadaran murni dari sang anak sebagai bekal hidupnya di masa depan.
Berbeda dengan Bimo, Kevin Christian Rihandi memilih Management Property sebagai program studi yang diincarnya. Kevin yang merupakan penyandang disabilitas serupa, telah menyelesaikan sekolah melalui homeschooling entrepreneur. Ibunda Kevin, Devi, berharap anaknya dapat masuk jurusan sesuai keinginan karena dia sudah semangat dan belajar terus setiap hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News