"Pendidikan kita tidak terlalu content heavy, tidak berorientasi capaian materi how much tapi how well," ujar dia di Jakarta, Selasa 2 Juni 2026.
Menurut Mu'ti, perubahan tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang sedang dijalankan Kemendikdasmen. Pihaknya terus menekankan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning.
| Baca juga: Eks Anak Buah Nadiem Bongkar Cara Nadiem 'Mengacak-acak' Pendidikan |
"Kami sudah menerbitkan peraturan menteri tentang standar isi di mana memang kami mengurangi muatan-muatan dalam pengkajian di sekolah," kata Mu'ti.
Mu'ti mengatakan pengalaman belajar sehari-hari yang diperoleh siswa di sekolah juga memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan motivasi belajar. Karena itu, sekolah didorong memperkuat aspek yang selama ini dikenal sebagai hidden curriculum.
"Fokus utama harus diarahkan pada kualitas proses belajar yang dialami siswa," tegas dia.
Menurut dia, interaksi antara guru dan murid, budaya sekolah, hingga lingkungan belajar merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Sehingga siswa mendapatkan pengalaman belajar yang menyeluruh di sekolah.
| Baca juga: Kurikulum Cambridge Kian Populer, Bahkan Sudah Ada di Jenjang SMP |
"Semua pengalaman yang diperoleh di sekolah itulah sebenarnya kurikulum yang punya pengaruh besar terhadap minat anak-anak untuk belajar," kata dia.
Melalui pendekatan tersebut, Kemendikdasmen berharap peserta didik tidak hanya menguasai materi pelajaran. Tetapi juga memiliki kemampuan berpikir mendalam, karakter yang kuat, dan motivasi belajar yang tinggi.
"Perubahan tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang sedang dijalankan Kemendikdasmen melalui pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News