Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, mengenali potensi diri, membangun karakter, serta memahami bagaimana ilmu yang diperoleh dapat digunakan untuk menjawab persoalan di masyarakat. Pemahaman inilah yang ditanamka Universitas Pelita Harapan (UPH) dalam menyambut hampir 7.000 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui UPH Festival 2026.
Founder and Trustee Chair UPH James T. Riady mengatakan perguruan tinggi seharusnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang. Kampus kata dia bukan tempat yang membentuk mereka melalui ketakutan ataupun penyalahgunaan kekuasaan.
"Di UPH, kami percaya bahwa generasi muda hadir bukan untuk dihancurkan, melainkan untuk dibangun. Bukan untuk dibungkam, melainkan untuk diperlengkapi. Bukan untuk didikte tentang apa yang harus dipikirkan, melainkan untuk belajar bagaimana cara berpikir," kata James dalam keterangannya, Kamis 13 Agustus 2026.
Baca juga:
Profesi Paling Dipercaya dan Tidak Dipercaya Warga +62: Guru Nomor 1, Politisi Nomor Berapa? |
Menurutnya, mahasiswa perlu didorong untuk berpikir kritis, mengembangkan talenta, bertumbuh, dan menemukan tujuan hidup. Persoalan tersebut menjadi semakin relevan ketika dunia pendidikan menghadapi perubahan cepat akibat perkembangan teknologi.
"Karena itu, pendidikan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga pribadi yang mampu memahami perubahan dan menentukan peran yang dapat mereka ambil," ungkap dia.
Presiden UPH, Stephanie Riady menambahkan jika pendidikan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sarana memperoleh pengetahuan. "UPH percaya bahwa pendidikan bukan sekadar alat untuk memperoleh pengetahuan. Pendidikan adalah tentang menjadi diri kita sebagaimana kita diciptakan, serta menggunakan apa yang telah kita pelajari untuk mengasihi Tuhan, melayani sesama, dan mentransformasi masyarakat," ujarnya.
Dalam UPH Festival, 2026 ini, Mahasiswa juga diajak memahami identitas, melihat berbagai persoalan di sekitarnya, menemukan panggilan hidup, hingga menentukan bagaimana pengetahuan dan talenta yang dimiliki akan digunakan. Pendekatan tersebut kemudian diperluas melalui berbagai kegiatan selama masa studi, mulai dari mentoring, pembinaan kepemimpinan, kegiatan sosial, hingga pengalaman yang berkaitan dengan dunia profesional.
Rektor UPH Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. mengatakan mahasiswa perlu dipersiapkan bukan hanya untuk memasuki dunia kerja. Tetapi juga menjalani kehidupan dengan tujuan yang lebih luas.
"Setiap mahasiswa akan diperlengkapi bukan hanya untuk sebuah karier, melainkan untuk sebuah panggilan," kata Jonathan.
Ia menilai pendidikan perlu membentuk mahasiswa secara utuh, mencakup aspek intelektual, spiritual, emosional, dan sosial. Dengan pendekatan tersebut, perjalanan pendidikan tidak berhenti pada penguasaan materi akademik.
"Mahasiswa juga diarahkan untuk mengembangkan karakter, kepemimpinan, kemampuan berinteraksi, serta kepedulian terhadap persoalan di sekitarnya" tutup Jonathan.
| Baca juga:
|
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda