Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Aria
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Aria

Informasi Klaster Sekolah di Jakarta, Ini Data Versi Menkes

Pendidikan Sekolah Pembelajaran Tatap Muka Klaster Covid-19 di Sekolah
Ilham Pratama Putra • 27 September 2021 21:05
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunawan Sadikin ikut meluruskan isu klaster covid-19 di sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Menurutnya, ada kesalahan data yang beredar saat ini.
 
Budi mengambil contoh data klaster sekolah di DKI Jakarta. Dia mengantongi data dari 22 sekolah di Ibu Kota.
 
"Dari 22 sekolah itu ada delapan yang tidak ada (kasus covid-19) sama sekali. Yang lain kalau adapun, kalau angkanya kecil-kecil, itu bukan klaster," terang Budi dalam keterangan Pers Menko dan Menteri terkait Hasil Ratas PPKM, Senin, 27 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, kasus penularan covid-19 yang jumlahnya sedikit tak bisa dikatakan sebagai satu klaster. "Karena klaster kita definisikan kalau penyebarannya terjadi di sekolah," lanjutnya.
 
Saat ini, kata dia, ada 2.113 subjek yang diperiksa di DKI Jakarta, baik pelajar, pendidik dan tenaga kependidikan. Dengan ditemukannya 66 kasus positif di DKI, artinya tingkat kasus di sekolah DKI Jakarta selama PTM terbatas sebanyak 3,12 persen.
 
Baca: Nadiem: Sekolah Ditutup Jika Positivity Rate Melewati 5%
 
"Jadi yang klaster itu jauh lebih sedikit. Kita harus belajar hidup dengan hal ini. Jadi saya bicara dengan Pak Nadiem, ya ini normal, kita harus belajar hidup dengan ini," tutur dia.
 
Pada kesempatan yang sama, Mendikbudristek Nadiem Makarim turut meluruskan persepsi mengenai data yang beredar. Dia menjelaskan data sekitar 1.300 sekolah jadi klaster covid-19 selama PTM adalah kesalahan.
 
"Itu data mentah yang banyak error-nya, data itu lebih banyak daripada jumlah murid yang ada di sekolahnya," kata Nadiem.
 
Dia pun menjelaskan banyak miskonsepsi pada data 2,8 persen sekolah menjadi klaster tersebut. Dia menjelaskan angka 2,8 persen kasus itu merupakan data akumulasi selama pandemi.
 
"Angka 2,8 persen satuan pendidikan meskipun itu sudah kecil, tapi itu adalah data akumulatif, bukan data per satu bulan, jadi itu semua dari seluruh masa covid-19 ini, bukan dari bulan terakhir di mana PTM terjadi," tuturnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif