Mendikbud Nadiem Makarim memegang piagam penghargaan Indonesia Government Procurement Award 2020. Foto: Dok Kemendikbud.
Mendikbud Nadiem Makarim memegang piagam penghargaan Indonesia Government Procurement Award 2020. Foto: Dok Kemendikbud.

Kemendikbud Raih Penghargaan Atas Transparansi Pengadaan Barang/Jasa

Pendidikan pemerintahan Berita Kemendikbud Nadiem Makarim
Arga sumantri • 18 November 2020 15:00
Bogor: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meraih penghargaan ajang Indonesia Government Award dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Penghargaan yang diterima dalam kategori Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah dengan Inovasi Pengadaan yang mendukung Transparansi Belanja Pengadaan.
 
Penghargaan diterima langsung Mendikbud Nadiem Makarim dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa (Rakornas BPJ) 2020 di Bogor, Jawa Barat. Nadiem mengucap syukur atas penghargaan yang diraih.
 
"Penghargaan ini menjadi pengingat bagi kami agar selalu amanah dan terbuka melayani masyarakat," ucap Nadiem melalui keterangan tertulis, Rabu, 18 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nadiem menekankan, transparansi dan integritas merupakan hal utama bagi Kemendikbud. Ia berjanji akan terus menghadirkan terobosan dalam pengadaan barang dan jasa.
 
"Agar selalu memberikan manfaat lebih bagi masyarakat dan agar upaya pencegahan penyelewengan dan korupsi dapat selalu kami tegakkan," ujarnya.
 
Rakornas tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo. Pada kesempatan itu, Jokowi mengingatkan bahwa saat ini Indonesia menghadapi tekanan yang tak mudah. Satu sisi sedang berada di tengah pandemi, sisi lain harus menyelamatkan ekonomi. Peredaran uang yang semakin banyak melalui belanja pemerintah, kata Jokowi, bisa membantu memulihkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
Baca:Mas Menteri, Masih Efektifkah Belajar Daring?
 
Jokowi pun meminta para menteri, kepala lembaga, dan kepala daerah, melakukan perubahan fundamental dalam sistem pengadaan barang dan jasa. Arahnya, bukan sekadar punya sistem pengadaan barang dan jasa yang cepat, transparan, dan akuntabel, melainkan meningkatkan value for money.
 
"Dengan memberikan nilai manfaat yang sebesar-besarnya pada rakyat, pada masyarakat," kata Jokowi.
 
Mantan Wali Kota Solo itu juga mengimbau kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah memprioritaskan membeli produk-produk dalam negeri. Khususnya, hasil Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
 
"Kita para pejabat yang diberi amanah harus berani mengambil risiko untuk kepentingan rakyat dan masyarakat sepanjang dilakukan dengan itikad baik. Tidak ada niat untuk korupsi," ungkap Jokowi.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif