Seleksi Berdasarkan Jarak Minimal 90% Dari Kuota
Suasana pendaftaran PPDB di DKI Jakarta, MI/Angga Yuniar.
Gunung Kidul:  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau para orang tua tidak perlu khawatir terhadap Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2018/2019 dengan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru.  Sistem zonasi masih menyisakan tempat bagi calon peserta didik yang berasal dari luar zonasi. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Gunung Kidul, Yogyakarta
Bahron Rosyid mengatakan, sistem zonasi masih menyisakan tempat bagi calon peserta didik yang berasal dari luar zonasi.  Calon peserta didik dapat memanfaatkan jalur prestasi sebanyak banyaknya 5%, dan jalur khusus diperuntukkan warga anak bencana alam atau konflik, anak pejabat negara yang sedang ditugaskan negara, atau anak dari pendidik di sekolah itu sebanyak 5 %. 


"Kalau lebih dari lima persen,  nanti akan diseleksi berdasar nilai juga.  Untuk yang berdasar jarak rumah 90 persen minimal," kata Bahron, di Gunung Kidul, Yogyakarta, Kamis, 21 Juni 2018.

Bahron menegaskan, sistem zonasi bertujuan memeratakan mutu dan layanan pendidikan, serta menghilangkan kasta atau strata di dunia pendidikan.  "Sistem ini diharapkan mengurangi tingkat mobilitas peserta didik, dan memeratakan mutu dan layanan pendidikan," tambah Bahron seperti dikutip Antara.

Menurut Bahron, dalam sistem ini semua siswa dapat belajar bersama baik yang pintar maupun kurang.  Anak yang pandai, selain harus bertanggung jawab pada diri sendiri juga memiliki
tanggung jawab sosial kepada teman sejawatnya.

Sekolah di Gunung Kidul, kata Bahron, sama saja, baik dari segi fasilitas maupun guru.  Namun demikian sistem zonasi juga tidak mengurangi hak siswa untuk memilih sekolah yang jauh dari tempat tinggalnya.

Baca: Ribuan Warga Antri Legalisir KK untuk PPDB

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunung Kidul, Wahyu Pradana Ade Putra mengharapkan diberlakukannya sistem zonasi mampu meningkatkan mutu pendidikan.  Untuk itu, Disdikpora harus menyiapkan standar pendidikan, baik secara infrastruktur maupun hal lainnya.

"Kami berharap sistem zonasi akan terjadi kompetisi yang sehat antar sekolah, dan SDM yang baik akan memotivasi anak didik yang lain dalam sekolah," harapnya.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id