Ilustrasi ujian. MI/Bary Fathahilah
Ilustrasi ujian. MI/Bary Fathahilah

Cemas Luar Biasa Hadapi Ujian? Hati-hati Mengidap Test Anxiety Disorder

Renatha Swasty • 08 Maret 2022 09:11
Jakarta: Ujian menjadi momen menegangkan bagi sebagian orang. Rasa cemas, takut, dan gugup sering kali muncul ketika menghadapi ujian. Lalu bagaimana jika kecemasan yang muncul sangat tinggi atau berlebihan?
 
Psikolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Sutarimah Ampuni menjelaskan setiap orang pasti memiliki kecemasan saat menghadapi situasi akan diuji kemampuannya. Namun, perasaan cemas berlebihan perlu diwaspadai karena mengarah pada test anxiety disorder.
 
“Jadi, test anxiety disorder itu merupakan gangguan saat level cemas sangat tinggi di tengah situasi menghadapi ujian. Ujian tidak hanya seperti ujian sekolah atau masuk perguruan tinggi saja namun saat menghadapi penilaian ketika bekerja atau akan tampil,” dikutip dari laman ugm.ac.id, Selasa, 8 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan seseorang yang mengalami test anxiety disorder merasa kecemasan yang sangat luar biasa saat akan menghadapai penilaian. Gejalanya beragam dari ringan hingga berat.
 
Gejala umum (simtom) gangguan kecemasan menghadapi ujian ini dikelompokkan menjadi tiga. Yakni gejala fisik, gejala kognitif dan perilaku, serta gejala emosional.
 
Gejala fisik antara lain berkeringat, gemetar, jantung berdetak cepat/berdebar, mual, perut tidak nyaman, badan menjadi dingin atau panas, bahkan pingsan. Lalu, gejala perilaku dan kognitif meliputi  sulit konsentrasi, sulit berpikir, sering lupa, meragukan kemampuan atau berpikir buruk akan diri sendiri. Sementara itu, gejala emosional di antaranya perasaan tidak berharga, putus asa, tidak berdaya, marah, bahkan ingin melukai diri sendiri.
 
Dosen Fakultas Psikologi UGM ini memaparkan dua penyebab test anxiety disorder. Pertama, penyebab biologis, dia menuturkan secara biologis terdapat orang-orang secara genetis mempunyai kecenderungan merasa cemas dan memiliki kemungkinan diturunkan.
 
“Sebenarnya semua orang saat berada di situasi menantang ada hormon yang dikeluarkan yakni adrenalin. Adrenalin ini meningkat saat berkompetisi yang berguna untuk memacu tampil maksimal, tetapi pada orang tertentu justru adrenalin yang muncul berlebihan sehingga menimbulkan cemas berlebih,” papar dia.
 
Kedua, penyebab kognitif. Kecemasan berlebih yang muncul karena pemikiran yang timbul dari pengalaman atau perjalanan hidup seseorang membuat mudah berpikir negatif terhadap diri sendiri maupun takut gagal.
 
“Diperparah lagi jika tidak dipersiapkan dengan baik menghadapi ujian dan ada sejarah kegagalan di masa sebelumnya,” tutur dia.
 
Sutarimah menegaskan test anxiety disorder akan menjadi lingkaran setan bila tidak diatasi dengan baik. Sebab, kecemasan berlebihan akan memengaruhi saat penilaian tidak bisa maksimal.
 
Performa yang kurang maksimal tersebut akan berpengaruh saat ujian atau penilaian berikutnya.
Dia membagi sejumlah tips mengatasi atau meredam kecemasaan jelang ujian.
 
Salah satunya melakukan persiapan matang. Persiapan tidak hanya dengan memahami materi atau hal-hal yang akan diujikan saja, tetapi juga mempelajari situasi lingkungan fisik.
 
“Misal akan ujian SBMPTN, ya disiapkan jauh hari penguasaan materi dan juga situasi sekitar lokasi ujian,” ucap dia.
 
Berikutnya, mengontrol pemikiran. Mengatur pemikiran penting dengan berpikir positif dan menghindari pikiran-pikiran negatif.
 
Lalu, menghindari tuntutan untuk selalu sempurna. Lakukan saja yang terbaik semaksimal mungkin yang kita bisa.
 
Cara lain mengurangi kecemasan yakni dengan relaksasi salah satunya meditasi. Sutarimah menyebut stress ball bisa menjadi sarana menyalurkan ketegangan. Dengan meremas stress ball bisa membantu tubuh lebih rileks.
 
“Tak kalah penting untuk mengurangi kecemasan adalah adanya dukungan keluarga dan lingkungan,” ujar dia.
 
Baca: Mengenal Testophobia, Rasa Takut pada Ujian
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif