Ilustrasi. Foto: MI/Sumaryanto Bronto
Ilustrasi. Foto: MI/Sumaryanto Bronto

Kemenristek Bakal Gelar Kursus Coding Massal

Pendidikan Pendidikan Tinggi Revolusi Industri 4.0
Intan Yunelia • 29 November 2019 12:44
Jakarta: Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) tengah merancang berbagai skema untuk melahirkan lebih banyak tenaga ahlicodingdi Indonesia. Salah satu pendekatan yang akan digunakan adalah kursus atau pelatihan coding massal yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
 
"Kami mencoba untuk memformulasikan supaya kursus atau pelatihancoding ini menjadi lebih massal kepada seluruh lapisan masyarakat," ungkap Bambang di Jakarta, Jumat, 29 November 2019.
 
Salah satu kebijakan negara yang sukses di bidangcodingyang akan menjadi rujukan adalah Finlandia. Negara tersebut juga telah memassalkan kursuscodingbagi masyarakatnya tanpa memperhatikan latar belakang pendidikan SDM nya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika negara lain mampu, maka kita harus berkeyakinan bahwa Indonesia Pasti Maju dan mampu," seru Bambang.
 
Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wenseslaus Manggut menyatakan, ajang Indonesia Digital Conference (IDC) 2019 yang digelar, Kamis, 28 November 2019 mengusung tema Indonesia Menuju Transformasi Digital. Agenda ini merupakan ajang yang digagas para pengurus AMSI untuk memberi wadah saling bertukar pengalaman, gagasan, dan strategi bagaimana membangun ekosistem digital yang diperlukan untuk masa depan bersama.
 
“Dalam zaman digital, semua yang dulu tidak mungkin bisa menjadi mungkin berkat lompatan teknologi dan inovasi. Bisa jadi, antarperusahaan yang dulu bersaing sengit, justru harus bergandengan mesra, berkolaborasi, berorkestrasi agar bisa tumbuh, berkembang dan maju bersama-sama,“ ucapnya.
 
Sebagai organisasi yang mewadahi perusahan media siber, AMSI sangat aktif menggagas dan mendorong terciptanya ekosistem bisnis digital yang sehat, kompetitif, dan menumbuhkan peluang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.
 
“Salah satu kata kuncinya adalah selain membuka pasar digital secara terbuka, kita juga membutuhkan regulasi yangfairdan memberi iklim usaha yang sehat dari penyelenggara negara. Bentuknya apa, ini salah satu yang jadi bahasan pokok, bagaimana Indonesia menyiapkan transformasi peradaban digital,” imbuhnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif