Kampus UI. Foto: Dok. UI
Kampus UI. Foto: Dok. UI

Permendikbudristek PPKS

Aliansi BEM se-UI Ungkap Puluhan Laporan Kasus Kekerasan Seksual di UI

Pendidikan Universitas Indonesia kekerasan seksual Permendikbud PPKS Permendikbud Pencegahan Kekerasan Seksual
Citra Larasati • 13 November 2021 16:39
Jakarta:  Aliansi Kekerasan Seksual dalam Kampus se-UI (Universitas Indonesia) menyatakan dukungannya terhadap Permendikbudristek nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di perguruan tinggi.  Menyusul puluhan kasus kekerasan seksual di lingkup sivitas akademika UI yang dilaporkan ke Direktorat Advokasi HopeHelps UI sejak Maret 2019 hingga Mei 2020
 
Aliansi Kekerasan Seksual dalam Kampus se-UI membeberkan data kekerasan seksual yang dilaporkan kepada Direktorat Advokasi HopeHelps UI sejak Maret 2019 hingga Mei 2020.  Data tersebut mengungkapkan, terdapat 39 laporan kasus kekerasan seksual terjadi dalam lingkup sivitas akademika UI. 
 
Baca juga:  UI Harmonisasikan Permendikbudristek PPKS dengan Stakeholder Kampus

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari 39 laporan tersebut, 22 merupakan pelecehan seksual secara fisik, 3 merupakan pelecehan seksual secara verbal, 2 merupakan pelecehan seksual secara virtual, 6 merupakan perkosaan, 2 merupakan percobaan perkosaan, 1 merupakan tindakan perbudakan seksual, dan 3 lainnya merupakan intimidasi seksual.
 
Selanjutnya, selama setahun terakhir, Ringkasan Tahunan HopeHelps UI (“RiTa HH UI”) 2021 merangkum seluruh data kasus kekerasan seksual yang dilaporkan kepada Direktorat Advokasi HopeHelps UI 2020 pada bulan Juni 2020 hingga Mei 2021.
 
RiTa HH UI 2021 mengungkapkan bahwa terdapat 30 kasus kekerasan seksual yang terlapor dilakukan kepada atau oleh warga UI.  "Tiga dari 30 kasus tersebut adalah kasus yang merupakan lanjutan dari periode 2019-2020 karena korban masih membutuhkan pendampingan, kata Aliansi Kekerasan Seksual dalam Kampus se-UI dalam pernyataan sikap tertulisnya yang dikutip, Sabtu, 13 November 2021.
 
Dari 30 kasus tersebut, 11 adalah KBGS, 11 lainnya merupakan pelecehan seksual, 4 adalah perkosaan, 2 merupakan percobaan pemerkosaan, dan 2 lainnya merupakan perbudakan seksual.
 
Baca juga:  Dituding Permendikbudristek PPKS 'Melegalkan Zina', Nadiem: Siap Sowan dan Dialog
 
Sementara itu, 12 di antaranya merupakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh teman
korban sendiri, 11 oleh mantan pacar, 2 oleh pacar, 2 oleh teman aplikasi kencan online, 2 oleh
orang asing, dan 1 oleh atasan.
 
Data-data tersebut kembali menunjukkan bahwa UI sebagai institusi pendidikan belum menjadi ruang aman bagi sivitas akademiknya.  "Mengingat pelaku kekerasan seksual tidak jarang merupakan orang-orang yang dikenal oleh korban atau bahkan orang terdekat korban," tegas keterangan tertulis tersebut.
 
Untuk itu, Aliansi Kekerasan Seksual dalam Kampus se-UI menyatakan sikap, bahwa Permendikbudristek PPKS sejatinya dikeluarkan untuk menjadi payung hukum bagi korban korban kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Adanya peraturan ini juga demi
mewujudkan lingkungan kampus yang aman serta memastikan perlindungan terhadap hak warga negara atas pendidikan melalui pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan

Berikut pernyataan sikap Aliansi Kekerasan Seksual dalam Kampus se-UI terhadap Permendikbudristek PPKS:

  1. Mendukung penuh Permendikbud-Ristek PPKS;
  2. Mendesak adanya tindak lanjut dari Universitas Indonesia sehubungan dengan telah
  3. disahkannya Permendikbud-Ristek PPKS;
  4. Mendesak Universitas Indonesia untuk segera merumuskan dan mengeluarkan kebijakan
  5. tentang PPKS yang sesuai dengan semangat dan isi dari Permendikbud-Ristek PPKS;
  6. Mengawal dan mendesak pembentukan Satgas PPKS di lingkup Universitas Indonesia.
Aliansi Kekerasan Seksual dalam Kampus se-UI terdiri atas BEM FH UI, BEM UI, BEM IKM FK UI, BEM IM FKM UI, BEM FIK UI, BEM FPsi UI, BEM FT UI, BEM FF UI, BEM FKG UI, BEM Vokasi
UI, BEM FMIPA UI, BEM Fasilkom UI, BEM FIA UI, BEM FEB UI, BEM FISIP UI, BEM FIB
UI, dan HopeHelps UI.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif