Mendikbud: Pengangguran Bukan Produk Revitalisasi SMK
Mendikbud, Muhadjir Effendy, Medcom.id/Citra Larasati.
Jakarta:Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy akhirnya merespons rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa penyumbang pengangguran terbuka tertinggi berasal dari lulusan SMK.  Muhadjir mengklaim, lulusan SMK yang tidak terserap industri tersebut bukan produk program Revitalisasi SMK.

“Revitalisasi SMK kanbaru mulai akhir 2016,” kata Muhadjir usai konferensi pers menngenai Hasil Penelitian Arkeologi Mutakhir, di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis 8 November 2018.


Menurutnya, lulusan SMK yang banyak menganggur tersebut merupakan produk program SMK sebelum direvitalisasi.   Di mana menurut Muhadjir, saat itu program pendidikan vokasi khususnya SMK masih karut marut.

Berbeda dengan sejak revitalisasi SMK yang dijalankan saat ini,  diharapkan dampaknya akan mengurangi pengangguran di Indonesia. “Kita harapkan lima tahun ke depan lulusan SMK sudah on the right track,” ujar Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Nantinya, sistem akreditasi pada SMK disesuaikan dengan prestasi yang digapai oleh sekolah tersebut. Sama halnya dengan zonasi yang juga akan ditetapkan di SMK.

“Akan kita tinjau sistem akreditasi ke depan, karena berkaitan dengan kebijakan zonasi,” paparnya.

Selain itu kebijakan zonasi ini tidak akan membeda-bedakan SMK. “Nanti semua kualitas harus sama kalau ada a,b,c tidak sama nanti. Seperti kita membenarkan bahwa kita belum merata,” kata Muhadjir.

Baca: Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka menurut daerah sebesar 5,34% pada Agustus 2018, turun dibandingkan 2017 yakni sebesar 5,50% pada bulan yang sama.  Tingkat pengangguran tertinggi berdasarkan pendidikan, masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka tertinggi menurut pendidikan, berasal dari jenjang pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebesar 11,24%.  Tingkat pengangguran terendah sebesar 2,43% terdapat pada penduduk berpendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id