Proyek LNG Abadi Wilayah Kerja Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional sektor energi yang dioperasikan oleh INPEX Masela Ltd, anak perusahaan INPEX Corporation. Blok Masela berada di Laut Arafura, sekitar 750 kilometer di selatan Kota Ambon dan sekitar 12 mil dari pulau terdekat.
Sebenarnya apa itu Blok Masela? Bagaimana target produksinya? Yuk simak penjelasan berikut ini:
Apa itu Blok Masela?
Blok Masela merupakan lapangan minyak dan gas sekaligus investasi migas terbesar di Indonesia dengan luas 4.291,35 km² kilometer persegi.Lokasinya berada di Laut Arafura, sekitar 800 km sebelah timur Kupang, Nusa Tenggara Timur atau lebih kurang 400 km di utara kota Darwin, Australia. Kedalaman lautnya 300-1000 meter.
Blok Masela disebut lapangan abadi karena cadangan gas jumbo di wilayah itu. Cadangan gasnya mencapai 18,5 triliun kaki kubik (ttc) dan 225 juta barel kondensat.
Blok Masela bergerak setelah 28 tahun
Proyek ini telah direncanakan sejak 1998 untuk menjadi tonggak penting memperkuat kemandirian energi nasional. Kontrak kerja sama Blok Masela ditandatangani pada 16 November 1998 dan mendapat persetujuan (pengembangan) PoD I pada 6 Desember 2010.Namun, proyek tak berjalan karena perlu kajian mendalam. Pemerintah memerlukan waktu untuk memberikan peluang kepadainvestor apakah pengembangan dilakukan di darat atau laut.
Pemerintah telah menandatangani revisi rencana pengembangan (PoD) Lapangan Abadi Blok Masela yang diajukan Inpex Corp pada 2019. Blok migas di Laut Arafura itu ditargetkan masuk tahap konstruksi pada 2022 dan berproduksi di 2027.
Belakangan, Inpex sebagai operator mengajukan perubahan rencana pengembangan lapangan (PoD) sehingga bisa terjadi perubahan target. Salah satu alasan revisi PoD ialah rencana penerapan teknologi carbon capture untuk menekan emisi Blok Masela.
Target produksi di Blok Masela
Proyek LNG Abadi Masela memiliki nilai investasi sekitar USD21 miliar atau setara sekitar Rp342 triliun, termasuk tambahan investasi sebesar USD1 miliar untuk penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).Proyek tersebut dirancang memproduksi gas alam cair (LNG) sebesar 9,5 juta ton per tahun, kondensat sekitar 35 ribu barel per hari, serta gas pipa mencapai 150 juta kaki kubik per hari.
Sebesar 60 persen produksinya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Proyek Blok Masela juga akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta tumbuhnya berbagai peluang usaha bagi masyarakat di Maluku.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan suatu bangsa membutuhkan kerja keras dan persatuan. Untuk itu, dia meminta proyek yang telah dinantikan hampir tiga dekade ini dapat diselesaikan secepat mungkin.
Mulainya pembangunan LNG Abadi Masela tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi langkah strategis mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Maluku dan kawasan timur Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda