Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Waryono Abdul Ghofur. Dok Kemenag.
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Waryono Abdul Ghofur. Dok Kemenag.

1.106 Pesantren Salafiyah Gelar Ujian Kesetaraan Sekolah

Pendidikan kementerian agama pondok pesantren
Arga sumantri • 09 Maret 2021 11:40
Jakarta: Kalender pendidikan kesetaraan pada Pesantren Salafiyah sudah memasuki masa ujian sekolah. Tercatat, sebanyak 1.106 dari 1.651 Pesantren Salafiyah penyelenggara Pendidikan Kesetaraan, secara bertahap menggelar ujian sekolah tahun pelajaran 2020/2021.
 
Jumlah ini terbagi dalam tiga jenjang, yaitu Ulya, Wustha dan Ula, serta tersebar di 31 provinsi. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) Waryono Abdul Ghafur menyatakan bahwa Ujian Sekolah akan berlangsung dalam rentang 1 Maret sampai 10 April 2021.
 
"Ujian digelar untuk mata pelajaran agama dan mata pelajaran umum sesuai jenjang masing-masing," jelas Waryono mengutip siaran pers Kemenag, Selasa, 9 Maret 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mata pelajaran agama yang diujikan yaitu Alquran dan Hadis, Akidah Akhlak, Tarikh, Fikih, dan Bahasa Arab. Lalu, mata pelajaran umum yang diujikan yaitu PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS. Untuk jenjang Ulya jurusan IPA, ada pelajaran Kimia, Biologi, Fisika. Sedangkan, untuk jenjang Ulya jurusan IPS, ada pelajaran ekonomi, geografi, dan sosiologi.
 
Baca: Muhammadiyah dan NU Kritisi Raibnya 'Frasa Agama' dalam Draf PJP
 
Menurut Waryono, ujian sekolah akan diikuti 3.459 santri jenjang Ula (setara MI/SD), 26.719 santri Wustha (setara MTs/SMP), dan 12.570 santri Ulya (setara MA/SMA). 
 
"Jadi ada 42.748 santri yang telah terverifikasi dan tervalidasi melalui pangkalan data EMIS Pendidikan Islam dan Pusdatin Kemendikbud yang akan berpartisipasi pada ujian sekolah tahun ini," jelasnya.
 
Waryono menambahkan, ujian sekolah ini dapat dilakukan dengan portofolio, penugasan, dan tes secara luring atau daring. Ujian juga bisa digelar dalam bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan sesuai dengan kompetensi yang diukur berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.
 
"Ujian kesetaraan ini merupakan ikhtiar Kemenag untuk mengukur capaian kompetensi lulusan santri dan mengukur sejauh mana kurikulum yang digunakan berkontribusi signifikan terhadap kemampuan santri," ujarnya.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif