Ilustrasi bidan. DOK UNS
Ilustrasi bidan. DOK UNS

Kupas Tuntas Profesi Bidan: Tugas, Kode Etik, dan Pendidikan

Pendidikan pendidikan Perguruan Tinggi Mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan
Medcom • 06 Mei 2022 13:05
Jakarta: Bidan merupakan salah satu profesi mulia. Bagaimana tidak, seorang bidan senantiasa membantu persalinan wanita, termasuk merawat dan mendampingi sedari masa kehamilan.
 
Tugas bidan sejatinya lebih dari sekadar membantu seorang ibu melahirkan. Mengutip laman Gokampus, berikut serba-serbi profesi bidan meliputi tugas, kode etik, hingga pendidikan yang mesti ditempuh jika ingin menekuni profesi tersebut.

Tugas bidan

Tugas bidan utamanya memberikan asuhan kebidanan sebelum, selama, dan sesudah masa kehamilan. Termasuk, asuhan kebidanan semasa nifas, pertolongan pertama kegawatdaruratan ibu hamil, dan asuhan pascakeguguran yang dilanjutkan dengan rujukan.
 
Tak cuma melayani ibu hamil, bidan bertugas memberikan asuhan kebidanan pada bayi, balita, dan anak prasekolah. Selain itu, memberikan imunisasi program pemerintah pusat, memantau tumbuh kembang anak, serta deteksi dini kasus penyulit dan gangguan tumbuh kembang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seorang bidan juga berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan. Termasuk, memberikan pelayanan kontrasepsi meliputi komunikasi, informasi, edukasi, dan konseling.

Kode etik bidan

Tugas-tugas tersebut tak bisa dilakukan sembarangan, melainkan mesti sesuai standar yang sudah ditetapkan. Standar itu termaktub dalam kode etik bidan.
 
Kode etik bidan ditetapkan oleh organisasi profesi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pada 1986 dan resmi berdasarkan Kongres Nasional Ikatan Bidan Indonesia (IBI) X pada 1988. Petunjuk pelaksanaannya sah berdasarkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IBI pada 1991.
 
Berlandaskan aturan tersebut, terdapat enam bagian kode etik bidan menurut kewajibannya. Masing-masing pembahasannya sebagai berikut:

1. Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat

  1. Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi, menghayati, dan mengamalkan sumpah jabatan dalam melaksanakan tugas pengabdian
  2. Menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra
  3. Senantiasa berpedoman pada peran tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien, keluarga, dan masyarakat
  4. Mendahulukan kepentingan klien, menghormati hak klien, dan menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat
  5. Senantiasa mendahulukan kepentingan klien, keluarga, dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang ia miliki
  6. Menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya secara optimal

2. Kewajiban bidan terhadap tugas

  1. Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna terhadap klien, keluarga, dan masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang ia miliki berdasarkan kebutuhan klien, keluarga, dan masyarakat
  2. Memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan mengadakan konsultasi dan atau rujukan
  3. Menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau dipercayakan kepadanya, kecuali bila diminta oleh pengadilan atau diperlukan sehubungan kepentingan klien

3. Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lain

  1. Setiap bidan harus menjalin hubungan dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasana kerja yang serasi
  2. Harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya

4. Kewajiban bidan terhadap profesi

  1. Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesi dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutu kepada masyarakat
  2. Wajib senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  3. Senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenisnya yang dapat meningkatkan mutu dan citra profesi

5. Kewajiban bidan terhadap diri sendiri

  1. Setiap bidan harus memelihara kesehatan agar dalam melaksanakan tugas profesi dengan baik
  2. Harus berusaha secara terus menerus untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  3. Wajib memelihara kepribadian dan penampilan diri

6. Kewajiban bidan terhadap pemerintah, nusa, bangsa, dan Tanah Air

  1. Setiap bidan dalam menjalankan tugas senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan, khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga dan masyarakat
  2. Berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepada pemerintahan untuk meningkatkan mutu jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga.

Pendidikan menjadi bidan

Mengingat tugas seorang bidan tidak mudah, calon bidan mesti ditempa terlebih dahulu melalui pendidikan khusus. Salah satunya, pendidikan vokasi jurusan kebidanan.
 
Program studi tersebut tersedia di berbagai universitas, politeknik, sekolah tinggi ilmu kesehatan (STIKES), dan akademi kebidanan di Indonesia. Jangka waktu perkuliahan D3 Kebidanan tergolong pendek, yakni hanya tiga tahun atau enam semester.
 
Namun, ada beberapa hal yang mesti dipahami sebelum memantapkan hati untuk berkuliah di jurusan kebidanan. Pertama, profesi bidan hanya dilakoni perempuan, sehingga pendidikannya cuma bisa diikuti kaum hawa.
 
Kedua, biaya kuliah D3 Kebidanan terbilang cukup mahal. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) untuk jurusan ini bisa mencapai Rp5 juta per semester.
 
Selanjutnya, harus memiliki alasan yang kuat ingin menjadi bidan. Semisal, merasa ‘terpanggil’ atau memiliki passion membantu persalinan seorang ibu.
 
Terakhir, calon bidan harus memiliki mental yang kuat. Jangan sampai sudah menempuh pendidikan, tapi ternyata takut melihat darah atau tak sanggup menghadapi persalinan secara langsung.
 
Usai lulus dari pendidikan ini, tentu Sobat Medcom akan memperoleh izin praktik untuk bekerja membantu persalinan. Entah itu di lembaga medis swasta ataupun lembaga medis milik pemerintah.
 
Selain bekerja di sebuah lembaga, lulusan D3 Kebidanan bisa membuka praktik sendiri selagi punya modal. Pendapatan dari praktik pribadi ini terbilang lumayan, namun harus diimbangi dengan kemampuan manajemen yang baik.
 
Sebagai informasi tambahan, prospek kerja lulusan D3 Kebidanan bukan cuma menjadi bidan, melainkan juga pengasuh anak atau penyuluh kesehatan kehamilan dan reproduksi. (Nurisma Rahmatika)
  
Baca: UNS Buka Prodi Sarjana dan Pendidikan Profesi Bidan, Ini Jalur Pendaftarannya
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif