Swiss German University bersama Perkumpulan Ekonom Indonesia - Jerman (EKONID) menggelar European Energy Management (EUREM) Training, 18 Maret-25 Juni 2022 (Foto:Medcom.id/M Rodhi Aulia)
Swiss German University bersama Perkumpulan Ekonom Indonesia - Jerman (EKONID) menggelar European Energy Management (EUREM) Training, 18 Maret-25 Juni 2022 (Foto:Medcom.id/M Rodhi Aulia)

Kejar Target Net Zero Emission, Swiss German University Gelar Pelatihan Efisiensi Energi

M Rodhi Aulia • 27 Juni 2022 17:06
Tangerang: Pemerintah Indonesia menargetkan net zero emission atau nol emisi karbon pada 2060. Sejumlah elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, diharapkan berperan serta mewujudkan target tersebut.
 
Salah satu perguruan tinggi yang berkontribusi, yakni Swiss German University (SGU). Bersama Perkumpulan Ekonom Indonesia - Jerman (EKONID), SGU menggelar pelatihan tingkat lanjut berstandar dan bersertifikat internasional terkait manajemen dan efisiensi energi, atau European Energy Management (EUREM) Training, pada 18 Maret hingga 25 Juni 2022.
 
"Sebetulnya kita ingin mengurangi emisi CO2. Cara mengurangi CO2 itu banyak. Salah satunya menggantikan energi fosil menjadi energi baru terbarukan (EBT)," kata Coordinator of Sustainable Energy and Environment Swiss German University, Evita H. Legowo, saat ditemui di kantornya, Alam Sutera, Tangerang, Banten, Sabtu, 25 Juni 2022.
 
Seperti halnya salah satu implementasi EBT, yakni co-firing yang juga sudah mendapat dukungan pemerintah hingga 2025 mendatang. Co-firing merupakan pencampuran batu bara dengan bahan bakar biomassa.
 
"Di training ini, diajarkan juga bagaimana cara menyalakan power plant. Apa guna feed-nya. Kalau feed-nya diubah itu juga akan mengurangi emisi. Jadi ke arah sana," ujar Evita.
 
Pada pelatihan tersebut didahului dengan pemaparan kebijakan energi di Indonesia. Pemaparan ini menjadi penting agar peserta pelatihan bisa mengerti bahwa akan ada dampak global terkait penggunaan energi.
 
"Harapan kami dengan mereka tahu bahwa kita menghadapi krisis environment yang disebabkan di antaranya CO2. Dicari caranya. Menggantikan batu bara dengan renewable energy, mungkin tidak bisa sekaligus, tapi bisa secara bertahap," ucap Evita.
 
Kejar Target <i>Net Zero Emission</i>, Swiss German University Gelar Pelatihan Efisiensi Energi
Vice Rector for Academic Affairs Dr. Irvan Setiadi Kartawiria, S.T., M.Sc; Head Training & Education Departement Hardy Hoffman; Coordinator of Sustainable Energy and Environment Dr. -Ing. Evita H. Legowo (Foto:Medcom.id/M Rodhi Aulia)
 
Selain itu, peserta pun dibekali pengetahuan seputar carbon trading. "Jadi karbon itu sebenarnya bisa dijual untuk mengurangi emisi. Kursus ini cukup lengkap sebenarnya. Kurikulum bukan dari kita sendiri, tapi internasional sehingga mereka dapat sertifikat dua. Satu dari Eropa dan satu dari SGU sebagai partisipan," kata Evita.
 
Sebanyak 15 profesional dari berbagai perusahaan mengikuti pelatihan ini. Para peserta dengan jabatan supervisor atau lebih tinggi ini dipilih berdasarkan seleksi ketat.
 
"Ini gratis. Tapi jika tingkat kehadiran peserta di bawah 80 persen, maka mereka akan diminta membayar," ujar Evita.
 
Para peserta dipertemukan dengan sembilan ahli di bidang manajemen dan efisien energi. Pada saat akhir pelatihan, mereka diminta membuat final project untuk menguji pemahaman dan kekompakan masing-masing.
 
"Kami, SGU, melalui EUREM ini menyiapkan suatu training yang diharapkan para trainee menjadi champion-champion di perusahaan masing-masing. Kami juga sedang memikirkan konsep monitoring usai mereka mengikuti training ini terkait sejauh apa implementasi di masing-masing perusahaan dalam misi mengurangi emisi karbon dan seterusnya," kata Evita.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


(ROS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif