Ilustrasi. Medcom
Ilustrasi. Medcom

Perkuat Bahasa Indonesia di Dunia, Pemerintah Terus Dorong Sinergi Lintas Sektoral

Pendidikan Bahasa Indonesia Kemampuan Berbahasa Kemendikbudristek
Renatha Swasty • 29 April 2022 11:51
Jakart: Pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London terus mengenalkan bahasa Indonesia di dunia. Salah satunya melalui peluncuran buku oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) UK berjudul Bahasa Indonesia untuk Bahasa ASEAN.
 
"Ini merupakan kontribusi penting rekan-rekan PPI-UK dalam membantu KBRI menjalankan diplomasi kebahasaan sebagai upaya memperkuat bahasa Indonesia di pentas dunia,” kata Duta Besar Republik Indonesia di London, Desra Percaya, dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 April 2022.
 
Buku menampung gagasan 12 penulis tentang alasan bahasa Indonesia layak dipertimbangkan sebagai bahasa resmi ASEAN. Penulis berasal dari berbagai negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Brunei Darusalam, Singapura, dan Thailand.
 
"Mereka memotret kelayakan dari berbagai sudut pandang sejarah, politik dan ekonomi, serta aspek linguistik," kata Desra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Badan Bahasa Kemendikbudristek E Aminuddin Aziz mengungkap peluang dan tantangan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Salah satunya masih lemahnya sinergi antar pemangku kepentingan dan beragamnya sikap bahasa pelaku diplomasi bahasa dan pemangku kepentingan.
 
“Dalam dua tahun terakhir banyak pihak melakukan berbagai upaya internasionalisasi bahasa Indonesia, namun masih sektoral dan dilakukan secara terpisah. Untuk menguatkan posisi bahasa Indonesia diperlukan sinergi semua sektor dan antaraktor diplomasi bahasa,” tegas Aminuddin.
 
Aminuddin menawarkan strategi lompatan katak untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa ASEAN. Lompatan katak yaitu mencari lompatan lain atau arena lain yang lebih luas untuk memperkenalkan bahasa Indonesia ke dunia internasional. Namun, langkah ini perlu dilakukan konsisten dan berkelanjutan.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Teuku Faizasyah, menegaskan upaya internasionalisasi bahasa Indonesia merupakan perwujudan jati diri dan upaya meningkatkan daya saing bangsa.
 
“Bahasa Indonesia juga sebagai salah satu aset daya lunak atau soft power Indonesia yang dapat dimanfaatkan dalam diplomasi publik,” kata Faizasyah.
 
Dia menyebut hal itu sejalan dengan arahan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Diplomasi Indonesia dituntut untuk anticipate, adaptive, dan agile. Faizasyah juga berharap partisipasi masyarakat dengan menjadikan dan meningkatkan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.
 
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri, menyoroti tantangan internal dalam internasionalisasi bahasa Indonesia dengan munculnya bahasa gaul yang digunakan dalam pergaulan di masyarakat. Dia khawatir hal itu dapat menghilangkan identitas ke-Indonesian.
 
Dia mendorong agar Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dimanfaatkan untuk penguatan internasionalisasi. Dia menyebut sudah saatnya pekerja asing yang akan bekerja di Indonesia dipersyaratkan memperoleh sertifikat UKBI. Demikian pula untuk proses naturalisasi warga asing.
 
“Upaya menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional merupakan sebuah keputusan bersama DPR RI dan pemerintah. Komisi X mendorong penerapan bahasa Indonesia, baik sebagai bahasa pengantar dalam proses pendidikan maupun sebagai pelajaran wajib dalam kurikulum,” jelas Fikri.
 
Fikri juga mendorong bahasa Indonesia diajukan sebagai bahasa internasional ke PBB. Dia berharap Kemendikbudristek lebih gencar mengkampanyekan program literasi bahasa.
 
“Bila perlu semangat Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing, diperkuat dengan payung hukum,” tegas Fikri.
 
Kepala Divisi Internasionalisasi Bahasa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faizin, menyebut seorang pengajar BIPA juga dapat berperan menjadi seorang pelaku diplomasi.
 
“Para pengajar BIPA perlu dibekali dengan kecakapan diplomasi seperti pemahaman terhadap diplomasi lunak, dan geopolitik Indonesia, sehingga dapat turut berperan dalam percepatan internasionalisasi bahasa Indonesia,” ujar Faizin.
 
Faizin berharap adanya peta jalan akselerasi internasionalisasi Bahasa Indonesia. Mengingat upaya internasionalisasi bukan hal baru.
 
“Berbicara internasionalisasi bukan hanya hajat Badan Bahasa Kemendikbudristek saja, namun hajat bersama seluruh warga negara. Perlu juga sinergi pemangku kebijakan untuk upaya akselerasi internasionalisasi Bahasa Indonesia, “ tutur dia.   
 
Dosen bahasa di King’s College London, Nick Andon, menyampaikan pentingnya belajar bahasa selain tujuan komunikasi. Yakni untuk memperkaya kemampuan diri.
 
“Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sangat layak untuk dijadikan bahasa di tingkat regional seperti ASEAN,” ujar Nick yang juga pemelajar BIPA di Inggris.  
 
Penulis dan sastrawan nasional, Rois Rinaldi, juga menyebut pentingnya peta jalan internasionalisasi bahasa Indonesia. Dia mengingatkan pemerintah memberikan sebuah peta sehingga setiap pihak dapat memahami perannya masing-masing.
 
Atase pendidikan dan kebudayaan (Atdikbud) KBRI London, Khairul Munadi, berharap forum diskusi tersebut dapat menjadi pemantik terbangunnya strategi internasionalisasi bahasa Indonesia yang lebih komprehensif dan implementatif.
 
“Semoga para pihak dalam diplomasi kebahasaan dapat merumuskan kebijakan lintas sektoral yang menyinergikan peran antar aktor diplomasi,“ kata Khairul.
 
Baca: Pakar Unair Nilai Bahasa Indonesia Lebih Layak Jadi Bahasa Kedua ASEAN
 
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif