Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Mengenang Budi Utomo, Tonggak Kebangkitan Nasional

Pendidikan harkitnas sejarah bangsa
Muhammad Syahrul Ramadhan • 22 Mei 2020 21:04
Jakarta: Sejarawan Bonnie Triyana menceritakan sejarah organisasi Budi Utomo, yang menjadi tonggak Kebangunan Nasional pada 1948. Budi Utomo merupakan cikal bakal organisasi pemuda yang berorientasi nasionalisme.
 
"Budi Utomo embrio nasionalisme yang paling sederhana, proto nasionalisme Jawa itu sudah dibicarakan, dan ini tidak dimiliki oleh organisasi lainnya," kata Bonnie dalam diskusi daring bertajuk 'Anak Bangsa Bicara Kebangkitan Nasional', Jumat, 22 Mei 2020.
 
Bonnie bercerita, kala itu Presiden pertama Indonesia Soekarno meminta Ki Hadjar Dwantara yang menjabat sebagai Menteri Pengajaran, mencari momentum sejarah yang bisa membangkitkan kembali nasionalisme. Bangsa Indonesia ketika itu terpecah belah menghadapi agresi militer Belanda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Diharapkan semua orang mengingat kembali cikal bakal kita sebagai bangsa. Dulu ada anak muda punya orientasi kebangsaan, belum Indonesia, ada Jawa, Hindia, kemudian menjadi metamorfosa Indonesia," ujar Bonnie.
 
Ki Hadjar Dewantara, kata dia, teringat dengan Budi Utomo, organisasi pemuda yang didirikan Dr. Soetomo dan para mahasiswa Stovia, yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada 20 Mei 1908. Budi Utomo digagas Wahidin Sudirohusodo.
 
Baca:Sejarawan: Belajar Sejarah Bisa Memicu Pikiran Kritis
 
Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia, walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa. Saat ini. tanggal berdirinya Budi Utomo, 20 Mei, diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
 
Bonnie mengatakan, sempat muncul perdebatan mengapa organisasi Serikat Islam bukan jadi tonggak Kebangkitan Nasional. Menurut dia, Serikat Islam ketika itu masih fokus pada perdagangan.
 
Pada Kongres Nasional 1916, Serikat Islam dipimpin oleh Haji Oemar Said Tjokroaminoto. Seketika itu, baru mulai muncul kesadaran tentang nasionalisme.
 
"Serikat Islam menetapkan setiap cabang punya otonomi dalam kongres keterwakilan dari berbagai tempat mencerminkan nasionalisme," terangnya.
 
Hingga kini, tonggak Kebangkitan Nasional melekat pada Budi Utomo. Organisasi itu dipandang sebagai pencetus pergerakan nasionalisme kalangan muda.
 
"Menjadi faktor setiap perubahan, salah satunya Budi Utomo. Milestone yang diinisiasi anak-anak muda dari Stovia," tuturnya.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif