Layanan okupasi terapi. Foto: UI/Humas
Layanan okupasi terapi. Foto: UI/Humas

Okupasi Terapi, Prodi Langka Lulusannya 100% Langsung Kerja

Pendidikan Pendidikan Tinggi Pendidikan Vokasi
Ilham Pratama Putra • 09 Maret 2020 12:27
Jakarta: Berdasarkan data Universitas Indonesia (UI), sebanyak 100 persen lulusan Okupasi Terapi (OT) UI telah diserap lapangan kerja. Angka penyerapan lulusan ini berdasarkan hasil tracer study yang dilakukan Program Pendidikan Vokasi UI tahun 2019.
 
Bahkan dalam catatan itu, tampak pula jika lulusan program studi Okupasi Terapi mulai diserap dunia kerja sejak tiga bulan pertama setelah wisuda. Bahkan 80% di antaranya telah terikat dinas dengan industri saat mereka masih berkuliah di semester lima dan enam.
 
Ketua Program Studi OT Vokasi UI, Gunawan Wicaksono mengatakan, para mahasiswa OT di Vokasi UI memiliki keahlian penanganan okupasi terapi yang beragam. Mulai dari ruang lingkup pediatri (anak), geriatri (lansia), psikososial (gangguan jiwa), gangguan fisik, hingga kesehatan kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lulusan kami sebagian besar langsung diikat oleh instansi magang mereka, ada pula yang memperoleh pekerjaan di tempat yang berbeda dari lokasi magang," kata Gunawan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 9 Maret 2020.
 
Selain itu, Program Beasiswa dari sejumlah mitra Vokasi juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk lebih cepat berkarier di Rumah Sakit/Klinik yang bermitra. Salah satunya Hermina Group, yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa OT.
 
"Yang duduk di semester lima dan enam untuk kemudian bekerja di jaringan rumah sakit yang dimilikinya," tambah Gunawan.
 
Dia menyebut, lulusan OT sangat dibutuhkan di pelayanan kesehatan. Animo kebutuhan tenaga kesehatan di bidang OT masih sangat tinggi karena dalam kondisi ideal, satu orang pasien perlu ditangani sekurangnya selama 60 menit.
 
Regulasi juga mengatur, bahwa setiap Rumah Sakit tipe C, Klinik, Sekolah-sekolah Inklusi, sekolah anak berkebutuhan khusus, dan yayasan yang bergerak di bidang geriatric harus memiliki layanan Okupasi Terapi. Dia berharap kehadiran Prodi Okupasi Terapi Vokasi UI mampu mencetak lulusan yang mumpuni.
 
"Terutama dalam melatih seseorang yang memiliki gangguan fisik serta jiwa agar mandiri dalam menjalani kehidupan sehari-hari atau Activity Day Living," ucapnya.
 
Bagi Gunawan, siswa-siswi SMA atau SMK yang ingin menjadi tenaga ahli profesional tingkat madya di bidang OT, maka program studi OT Vokasi UI dapat menjadi pilihan tepat. Profesi ini terbilang sangat langka di Indonesia mengingat hanya ada dua pendidikan tinggi yang memiliki jurusan ini.
 
"Namun kebutuhan akan tenaga ahli OT sangat mendesak," ungkapnya.
 
UI telah memiliki program studi OT sejak 1997 dan pada 2008 masuk di bawah naungan Vokasi UI. Nantinya, pada penerimaan mahasiswa baru UI tahun ajaran 2020/2021 bulan Juni 2020, Vokasi UI juga akan membuka dan menerima mahasiswa untuk program Sarjana Strata Satu Terapan (D4).
 
Okupasi Terapi merupakan salah satu profesi kesehatan yang membantu individu yang mengalami keterbatasan baik fisik atau mental untuk mampu mandiri di tiga area, yaitu produktivitas, aktivitas keseharian, dan pemanfaatan waktu luang. Selain melaksanakan terapi, lulusan OT Vokasi UI juga mampu membuat alat bantu bagi pasien seperti alat bantunya seperti splint, modifikasi alat makan, dan sebagainya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif