NEWSTICKER
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti. Foto: Dok. KPAI
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti. Foto: Dok. KPAI

KPAI Minta Guru Tak Bebani Siswa dengan Tugas Berlebihan

Pendidikan Virus Korona
Ilham Pratama Putra • 18 Maret 2020 14:32
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta guru mampu mengukur kemampuan anak dalam mengerjakan tugas di masa social distancing. Tidak hanya itu, guru juga didorong kreatif dalam mengelola belajar di rumah, dengan memberi materi pembelajaran yang bervariatif dan tidak hanya tugas berupa soal.
 
"Dalam memberikan tugas kepada siswa harus terukur, dikerjakan maksimal 30 menit, tidak boleh lebih. Jadi kalau dalam bentuk soal, maka guru dapat mengukur hanya berapa soal diberikan," kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyartidi Jakarta, Rabu 18 Maret 2020.
 
Dia menyebut, Tugas yang diberikan secara sekaligus dalam 14 hari bakal membuat siswa stres. Guru di sekolah diminta mengelola cara pemberian tugas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tugas diberikan tidak secara berbarengan, tetapi per rumpun mata pelajaran harus bersepakat menentukan hari pemberian tugas agar para siswa tidak kewalahan," lanjut dia.
 
Lebih lanjut, dia meminta guru tidak terpaku memberikan pembelajaran hanya dalam bentuk soal. Salah satunya bisa dengan meminta siswa membaca novel tertentu.
 
"Kemudian menuliskan resumenya. Atau penugasan parktik berupa percobaan membuat hand sanitizer dengan guru terlebih dahulu memberikan cara dan bahan-bahan yang dibutuhkan, lalu proses dan hasilnya di foto," lanjut Retno.
 
Tentang bagaimana merawat tanaman juga bisa menjadi alternatif. Terutama untuk siswa yang berada pada jenjang Sekolah Dasar (SD).
 
"Untuk mengurus satu tanaman dan menceritakan nama tanamannya, bentuk dan warna daun, spesiesnya. Penugasan itu dapat mengasah rasa ingin tahu anak-anak untuk mencari jawabannya. Guru harus kreatif dalam memberikan penugasan," jelas Retno.
 
Lebih lanjut, agar metode pembalajaran yang beragam dan menyenangkan ini bisa tercapai, KPAI meminta Dinas Pendidikan melakukan evaluasi. Selain itu dinas pendidikan juga diminta memberikan hak yang sama kepada guru untuk bisa berada di rumah.
 
"Merumahkan anak harus disertai merumahkan gurunya serta kepala sekolahnya. Sehingga ketika 14 hari kemudian, dapat diketahui yang sehat dan yang mungkin tertular sehingga harus dalam pengawasan," pungkas dia.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif