Namun yang membuatnya makin epik, ujian mental ini tak sekadar menyelam biasa. Salah satu spot diving yang dijajal adalah USAT Liberty Wreck, sebuah bangkai kapal kargo Amerika Serikat sisa Perang Dunia II yang kini bertransformasi menjadi "rumah" bagi ratusan koral dan biota laut memesona.
“Tidak hanya pesona alam, lokasi ini menawarkan pengalaman penyelaman yang sekaligus menantang secara teknis dan kaya secara visual terlebih bagi penyelam baru,” kata Ardhya Nareswari Candrakirana, Ketua UKM Selam UGM dikutip dari laman UGM, Rabu, 13 mei 2026.
Ardhya menjelaskan, LPT XXXVI adalah gerbang transisi yang sesungguhnya. Setelah sekian lama digembleng dengan teori di kelas dan praktik di kolam renang, kini para calon penyelam harus berhadapan langsung dengan dinamisnya kondisi laut lepas.
“Kita memberikan pengalaman penyelaman terbaik sekaligus memperluas wawasan peserta terhadap keajaiban ekosistem laut Indonesia,” ungkapnya.
Meski kondisi alam selalu punya tantangan tersendiri, Ardhya menyebut agenda ini sukses digelar. Antusiasme peserta berhasil mengalahkan rasa gugup, baik bagi mereka yang baru pertama kali nyebur ke laut bebas maupun yang sudah memiliki jam terbang.
“Secara keseluruhan kegiatan berlangsung dengan baik. Para peserta terlihat antusias dan hari pelaksanaan juga terasa sangat mengesankan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar penguasaan teknik diving, agenda ini menjadi kawah candradimuka untuk membentuk karakter. Daya juang, kerja sama tim, adaptasi, hingga kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem perairan diuji di sini.
“Pengalaman yang menantang sekaligus bermakna ini, menegaskan posisi UKM sebagai wadah pembinaan yang tidak hanya menghasilkan penyelam tangguh, tetapi juga individu yang peduli dan bertanggung jawab terhadap alam,” harapnya.
Sensasi tak terlupakan juga dirasakan oleh Andari Pratista Widayani dari angkatan Diklat 35. Debutnya sebagai senior diver yang mendampingi para peserta memberinya sudut pandang baru yang mengesankan soal ketangguhan para juniornya.
“Kegiatan ini jadi pengalaman baru bagi semua peserta. Saya salut karena mereka mampu beradaptasi, peka terhadap lingkungan, serta bekerja sama dengan baik meskipun baru pertama kali menyelam di laut,” tuturnya.
Keseruan eksplorasi ini diamini oleh Aulia Zahra Pratiwi, peserta dari Diklat 36. Ia mengaku takjub sejak pertama kali menginjakkan kaki renangnya di perairan Tulamben. Menurutnya, kejutan hidden gem di bawah laut sukses melampaui ekspektasinya selama latihan di kolam kampus.
“Rasanya seperti memasuki dunia yang berbeda. Saya bisa menyaksikan langsung kekayaan biota bawah laut yang begitu memukau,” sebutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News