Perwakilan BAF, Novie Suharto, memberikan donasi alat seni dan kerajinan kepada Ketua Panitia Kitaoneus.Asia, Maria, di Gedung Sarinah, Jakarta, Sabtu, 3 Desember 2022. Foto: Dok Istimewa
Perwakilan BAF, Novie Suharto, memberikan donasi alat seni dan kerajinan kepada Ketua Panitia Kitaoneus.Asia, Maria, di Gedung Sarinah, Jakarta, Sabtu, 3 Desember 2022. Foto: Dok Istimewa

6 SLB Dapat Donasi Alat Seni di Hari Disabilitas Internasional

Medcom • 05 Desember 2022 20:45
Jakarta: Sebanyak enam Sekolah Luar Biasa (SLB) yang tersebar di sejumlah daerah mendapat donasi berupa alat seni di Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember. Keenam SLB itu tersebar di Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.
 
Pemberian donasi itu dilakukan dalam rangkaian acara bertema Free To Be Me! dalam program BAF Caring for Children 2022. Program ini digagas PT Bussan Auto Finance (BAF) sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan (CSR).
 
BAF menyerahkan donasi secara simbolis kepada Yayasan Kitaoneus.asia berupa uang tunai total Rp180 juta. Uang itu akan digunakan untuk pembelian bantuan peralatan kesenian dan kerajinan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harapan kami, masyarakat dapat memahami dan menikmati karya dan kreasi seni dari anak-anak penyandang disabilitas," kata Presiden Direktur BAF, Lynn Ramli, melalui keterangan tertulis, Senin, 5 Desember 2022.
 
Donasi yang diberikan untuk setiap sekolah berupa peralatan belajar serta kebutuhan seperti alat musik, alat melukis, hingga mesin jahit. Pendistribusian bantuan dimulai pada 5 hingga 28 Desember mendatang. 
 
Adapun keenam SLB yang menerima bantuan adalah SLB Negeri 8 Jakarta, SLB E Negeri Pembina Sumatera Utara, SLB N Cicendo Bandung, SLB Negeri Semarang, SLB Negeri 1 Surabaya, dan SLB Siswa Budhi Makassar.
 
"Ini merupakan upaya kami mendukung anak-anak disabilitas dengan memberikan ruang bagi mereka untuk berkreasi. Selain itu, kami tetap konsisten meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia dengan memberikan berbagai bantuan lainnya," kata Lynn.
 
Baca: Mengenal Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Profesi Mulia untuk Anak Berkebutuhan Khusus
 
Acara Free To Be Me dilaksanakan pada 3 Desember 2022 bertempat di Gedung Sarinah, Jakarta. Acara ini dihadiri perwakilan BAF, manajemen Sarinah, serta sejumlah pejabat BUMN. Hadir pula 50 anak penyandang disabilitas. 
 
Sejumlah pentas seni dan pertunjukan tersaji di acara ini. Di antaranya adalah drama musikal, deaf ballerina, penampilan pianis autis, dan band autis.
 
Pameran lukisan kriya karya dari para penyandang disabilitas juga ditampilkan sejak 3 hingga 17 Desember 2022 di Gedung Sarinah, Jakarta. Lynn berharap program ini dapat tepat guna serta mampu memupuk kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan hak-hak para penyandang disabilitas.
 
(UWA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif