Ilustrasi. Foto:  Medcom.id/Citra Larasati
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

Penerapan Bela Negara Sasar Mahasiswa Baru

Wujud Bela Negara Mahasiswa Tak Harus Wajib Militer

Pendidikan pertahanan negara bela negara
Intan Yunelia • 13 November 2019 12:50
Jakarta:Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melakukan memperkuat pendidikan bela negara di perguruan tinggi, khususnya bagi mahasiswa baru. Aksi bela negara bisa diterapkan dengan berbagai cara di masa orientasi mahasiswa, tak harus dengan wajib militer.
 
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Kemendikbud, Ismunandar mengatakan,materi-materi aksi bela negara, tidak harus diimplementasikan dalam bentuk wajib militer. Sebab tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini lebih kepada persaingan global di tingkat teknologi dan inovasi.
 
“Peningkatan kualitas dari itu tentu akan kita lihat, perlu dilakukan dari waktu ke waktu karena tantangan mahasiswa di era berbeda dan tantangan zaman berbeda tentu peningkatan kualitas harus lebih ditingkatkan,” tutur Ismunandar di Kantor Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu 13 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun menurut Ismunandar, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan untuk mendalami apa yang persisnya diinginkan Menhan, Prabowo Subianto terkait wacana tersebut. Ismunandar mengatakan, materi bela negara sebenarnya sudah banyak diterapkan kampus, salah satunya melalui mata kuliah kewiraan.
 
Materi bela negara juga dilebur ke dalam sejumlah Mata Kuliah Wajib Umum, seperti Pancasila, Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan. Namun ia mengatakan, materi tersebut masih bisa dimasukkan secara khusus untuk diberikan kepada mahasiswa baru.
 
“Kita minta di penerimaan mahasiswa baru masuklah bela negara,kan cakupannya mulai dari cinta Tanah Air yang bisa diwujudkan sebelumnya orang berkarier sebaik mungkin di bidang masing-masing, itu termasuk bela negara juga,” kata Ismunandar.
 
Materi bela negara kepada mahasiswa baru ini nantinya dapat diisi dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan. Hal ini termasuk dalam mata kuliah wajib saat penerimaan mahasiswa baru.
 
“Mata kuliah wajib umum dan materi-materi orientasi mahasiswa baru itu salah satu yang ingin kita tekankan di kampus-kampus, bagaimana meningkatkan nasionalisme, toleransi dalam kehidupan kampus dan kenegaraan kita,” ujar Ismunandar.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif