"Dulunya akses internet tidak ada di sekolah kami. Kita melakukan ujian dan kegiatan belajar mengajar yang berbasis internet, itu kita lakukan di bukit-bukit untuk mendapatkan akses internet," cerita Pengajar TIK SMPN 03 Lambitu Satu Atap, Andri Maulana, dalam siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jumat, 17 April 2026.
Dalam sebuah video di akun Instagram @bimakini, tampak belasan pelajar SMPN 03 Lambitu Satu Atap harus mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di atas bukit. Namun, sekarang mereka tak perlu lagi memanjat bukit untuk mendapatkan sinyal internet.

Siswa SMPN 03 Kabupaten Bima Belajar di bukit saat belum ada akses internet. DOK Bakom RI
Baca Juga :
Sosok di Balik Satelit Satria-1 Raih Penghargaan Nurtanio Pringgoadisuryo Memorial Lecture 2023
Di ruang kelas, para pelajar bisa mengakses internet dengan nyaman. Satria-1 merupakan bantuan dari Kementerian Kominikasi dan Digital (Komdigi). Satria-1 fokus menyediakan layanan internet gratis di wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal). Layanan ini bertujuan memeratakan digitalisasi di seluruh Indonesia.
Siswa-siswi SMPN 03 Lambitu Satu Atap diharapkan dapat lebih fokus saat kegiatan belajar mengajar dan ujian berbasis internet.
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan penyediaan fasilitas akses internet yang telah diberikan kepada sekolah kami. Terima kasih Komdigi," ujar para pelajar SMPN 03 Lambitu Satu Atap kompak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News