Konvoi Kelulusan Bentuk Euforia yang Berlebihan
Sejumlah pelajar SMA melakukan konvoi usai melaksanakan Ujian Nasional (UN) di Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: ANTARA/Abriawan Abhe)
Jakarta: Psikolog Sani Budiantini mengatakan ketiadaan wadah bagi para siswa untuk mengekspresikan kebahagiaan saat merayakan kelulusan sekolah menjadi salah satu sebab maraknya pelajar yang melakukan konvoi dan ugal-ugalan di jalan raya.

Sani menilai imbauan atau larangan yang diberikan sekolah tidak cukup untuk membendung euforia para siswa yang merayakan kelulusan. Sekolah mestinya menyediakan 'media' bagi para siswa untuk meluapkan itu.


"Kalau sekolah turun tangan apalagi bekerja sama dengan orang tua memberikan kegiatan positif saya yakin anak-anak juga tergerak ke arah lebih positif," ungkapnya, dalam Newsline, Rabu, 9 Mei 2018.

Sani mengakui bahwa konvoi kelulusan seakan sudah menjadi budaya para siswa namun yang terjadi hari ini memang lebih parah. Pelajar cenderung melakukan konvoi ke arah yang menganggu dan melanggar lalu lintas, membahayakan pengendara lain, bahkan tawuran. 

Adanya anggapan bahwa momen kelulusan adalah sesuatu yang harus dirayakan membuat euforia para siswa berlebihan. Melakukan konvoi kelulusan dijadikan sebagai budaya oleh para siswa untuk menunjukkan bahwa mereka berhasil menaklukan ujian nasional.

"Itu wajar tapi karena cara positif tidak tersosialisasi dengan baik akhirnya yang terjadi paket konvoi dan coret-coret, padahal itu bukan satu-satunya menyalurkan euforia ada cara lain yang bisa menimbulkan kepuasan yang sama," kata Sani.

Sani menambahkan mengubah pola perayaan kelulusan sekolah ke arah lebih positif harus melibatkan semua pihak, terutama sekolah dan orang tua. Ketika orang tua mampu memberikan pemahaman yang baik tentang aspek keselamatan di jalan raya, mungkin konvoi dan aksi ugal-ugalan pelajar di jalan tidak terjadi.

"Semua pihak harus bisa menjangkau ke hal yang lebih positif. Rasanya anak juga akan terenyuh kalau orang tua yang meminta untuk melakukan itu," jelas dia.





(MEL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id