Koordinator Pembinaan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Pemprov Jawa Timur, Yani Hariyono
Koordinator Pembinaan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Pemprov Jawa Timur, Yani Hariyono

Penggunaan Bahasa di Instansi Pemerintah Belum Sesuai Kaidah

Pendidikan Penggunaan Bahasa
Kusbandono • 20 April 2018 17:28
Jember: Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di sejumlah instansi pemerintah Jawa Timur masih buruk. Kesalahan penggunaan bahasa Indonesia bahkan banyak ditemukan pada naskah-naskah peraturan daerah.
 
Hasil penelitian Balai Bahasa Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengungkapkan, hanya 30 persen instansi pemerintahan di Jawa Timur yang dapat mengimplementasikan kosakata bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sedangkan untuk tingkat penggunaan ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar hanya sebesar 15 persen.
 
Koordinator Pembinaan Bahasa dan Sastra Balai Bahasa Pemprov Jawa Timur, Yani Hariyono mengaku gelisah menemukan banyaknya instansi pemerintah yang tidak tepat dalam penggunaan bahasa Indonesia. terutama di dalam urusan persuratan lembaga, seperti surat dinas, naskah dinas, hingga laporan teknis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hampir secara umum masih terdapat ketidaktepatan dalam penggunaan ejaan," kata Yani usai penyuluhan Bahasa Indonesia bagi wartawan Jember di Aula IAIN Jember, Jumat, 20 April 2018.
 
Yani merinci, persentase penyimpangan untuk kategori ejaan mencapai 85 persen. Kemudian untuk pilihan kata dan kosakata tingkat kesalahannya cukup tinggi, sekitar 70 persen.
 
Kesalahan penggunaan ejaan, lanjut Yani, kerap ditemui dalam penulisan kata dasar, kata ulang, kata imbuhan, dan tanda baca. “Contoh sederhana penulisan singkatan Subbagian, di mana seharusnya penulisaannya digabung. Namun ternyata masih banyak yang salah dengan menulis sub bagian secara terpisah,” papar Yani.
 
Kesalahan serupa juga sering ditemukan dalam naskah peraturan daerah maupun peraturan bupati. “Kesalahan paling fatal itu, adalah penggunaan kata maka. Misal, sehubungan dengan peringatan Hari Nasional, maka dan seterusnya. Itukan salah," tegas Yani.
 
Kesalahan tersebut juga banyak ditemukan di dalam naskah Peraturan Kepala (perkap) dan juga Peraturan Bupati (perbup). "Ini banyak kita temukan juga di perkap dan juga perbup,” tambah Yani.
 
Oleh karena itu, Balai Bahasa terus melakukan penyuluhan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak hanya terhadap instansi pemerintahan, namun juga kalangan masyarakat secara luas.
 
Yani menegaskan, bahasa merupakan salah satu simbol kebanggaan dari sebuah negara. Ia menunjuk sejumlah negara-negara maju seperti Inggris, Jepang, Prancis, yang menurutnya penggunaan bahasa nasionalnya sudah sangat baik.
 
"Jadi sudah semestinya orang Indonesia bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar,” pungkas Yani.
 

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif