Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (tengah) besama Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko (kanan). Foto: IST
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir (tengah) besama Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko (kanan). Foto: IST

547 Publikasi Internasional Dihasilkan Mahasiswa PMDSU

Pendidikan Publikasi Internasional
Intan Yunelia • 16 Oktober 2019 07:00
Jakarta: Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan mahasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) banyak menyumbang publikasi internasional. Hingga 9 September 2019, 547 publikasi telah dihasilkan oleh 211 mahasiswa PMDSU dan 133 promotor.
 
“Untuk mewujudkan SDM Unggul, Indonesia Maju sebagaimana visi Pemerintah, kita memerlukan inovasi-inovasi pada pendidikan. Salah satunya, yaitu melalui PMDSU. Para mahasiswa PMDSU ini anak-anak bangsa yang bertalenta. Dan kami akan melakukan beragam program terobosan lain untuk mencari talenta-talenta terbaik,” kata Nasir di siaran pers, Selasa 15 Oktober 2019.
 
Dalam PMDSU Batch III, publikasi terbanyak sementara diraih Alexader Patera Nugraha (Unair) dengan 22 publikasi. Disusul Putri Cahaya Situmorang (USU), R. Joko Kuncoro (Unair), dan Suhailah (Unair) masing-masing lima publikasi. Tak lupa ia mengingatkan para mahasiswa PMDSU agar menjadi insan berkarakter dan membekali diri dengan wawasan kebangsaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini mengingatkan lulusan PMDSU jangan jadi Doktor biasa. Mereka harus memiliki karakteristik khas Indonesia sehingga mampu melihat potensi berdasarkan keunggulan komparatif bangsa.
 
“Kalian adalah anak-anak pintar, sehingga benar-benar harus mampu memanfaatkan ilmu yang dimiliki untuk hal yang baik. Bukan tidak mungkin 10 sampai 20 tahun ke depan kalian yang akan mengisi posisi-posisi strategis dan pembuat kebijakan,” ujar Nasir.
 
Di kesempatan yang sama, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan seorang ilmuan wajib memiliki jiwa kepemimpinan. Ada 10 karakteristik yang wajib dimiliki pemimpin muda penerus bangsa.
 
10 karakter itu ialahmau mendengarkan, jujur, cerdas, inovatif, kerja keras, disiplin, tanggung jawab, tegas, pantang menyerah, serta taat beribadah. Kendati demikian, kunci utama supaya dapat bersaing adalah mau berinovasi. Moeldoko kemudian memberikan contoh bagaimana Korea Selatan dan Singapura menjadi negara maju dengan tingkat ekonomi yang baik.
 
“Saya percaya bahwa pendidikan adalah salah satu yang mampu mengubah nasib seseorang. Korea Selatan dan Singapura bisa seperti saat ini juga karena pembangunan SDM serta pengembangan riset dan teknologi yang berkelanjutan. Dengan potensi yang dimiliki Indonesia, baik dari kekayaan alam dan human capital, saya meyakini keberadaan mahasiswa PMDSU akan memberikan kontribusi yang berarti,” pungkasnya.
 

(NUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif